Bungonews.net, Bungo – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan akan datang lebih awal dibandingkan siklus tahunan biasanya, yakni sekitar bulan Mei 2026.
Kondisi tersebut tentu perlu diantisipasi sejak dini, terutama terkait potensi kebakaran pemukiman masyarakat maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Untuk itu diperlukan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran, termasuk di Kabupaten Bungo.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo, Marwilisman AR, SSTP., ME, menyampaikan bahwa pihaknya cukup khawatir menghadapi musim kemarau tahun ini, mengingat kondisi armada mobil pemadam kebakaran yang ada saat ini banyak mengalami kerusakan.
“Menurut informasi dari BMKG, siklus tahunan musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih cepat,” ujar Marwilisman kepada Bungonews usai kegiatan buka puasa bersama sejumlah insan pers, Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Marwilisman mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kebakaran, terutama kebakaran pemukiman masyarakat.
“Yang kita khawatirkan sebenarnya kebakaran di pemukiman masyarakat. Sementara kondisi kendaraan mobil Damkar di Bungo saat ini banyak yang rusak, bahkan ada yang tidak bisa digunakan lagi, sedangkan yang akan kita hadapi adalah musim kemarau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, penanganannya juga sering mendapat dukungan dari unit mobil pemadam kebakaran. Namun dengan kondisi armada yang tidak optimal, hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri.
“Kondisi unit kita memang belum maksimal untuk menghadapi karhutla. Biasanya penanganan karhutla juga dibackup oleh mobil Damkar,” jelasnya.
Karena itu, BPBD Bungo akan memaksimalkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kebakaran.
“Dengan kondisi yang ada, BPBD harus memaksimalkan peran perusahaan-perusahaan, Manggala Agni, serta unit-unit lainnya untuk dapat membantu proses pemadaman apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.
Marwilisman juga menyebutkan bahwa kekhawatiran terkait kondisi armada tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah, bahkan BPBD Bungo telah mengusulkan bantuan unit mobil Damkar kepada pemerintah pusat.
“Kita berharap usulan hibah unit Damkar tersebut dapat segera direalisasikan. Untuk personel alhamdulillah kita cukup,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, ” Kalau melihat dari Rilis BMKG Jambi,kemarau tahun ini lebih lama perkiraan dimulai bulan April sampai dengan Agustus seperti tahun 2019 dikhawatirkan dana tersebut tdk cukup sampai akhir tahun ” Ucapnya
Terkait persoalan tersebut diakuinya bahwa pihaknya telah mengusulkan bantuan tengki dan mobil operasional ”
Ya kami sudah mengusulkan permohonan bantuan tengki dan mobil operasionl dan perlengkapan lainnya ke BNPB ” Pungkasnya
Sementara Kasat pol PP dan Damkar Bungo,Daruqotni ditanya apakah benar kendaraan damkar Bungo banyak yang rusak ? Dikatakannya ” Mmg Iyo sebagian Ado yang rusak ” Tutur Daruqotni (15/3/2026)
Dikatakannya, dengan kondisi keuangan saat ini terpaksa maksimalkan sarana yang ada .Ditanya apakah akan ada pengadaan damkar yang baruu ? ” Kami sudah mengajukan usulan ke Kemendagri untuk Mobil Damkar sebab kalau mengandalkan APBD Bungo belum mampu ” Pungkas Daruqotni yang baru menjabat kasat pol PP Kabupaten Bungo
( BN )
Editor : Azwari





















Komentar