Bupati dan Kapolres Bungo Turun Ke lokasi PETI ,”Jalan Diblokir Warga” Bupati: Saya Perintahkan Datuk Rio Data Pemilik Tanah, Kita Akan Tindak Tegas

BUNGO230 Dilihat

Bungonews.net, Bungo-Bupati Bungo H. Dedy Putra, SH., M.Kn bersama Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, S.Kom., M.Si turun langsung ke lokasi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Rantau Pandan, Minggu malam (11/1/2026).

Meski harus menembus hutan dengan kondisi jalan yang terjal dan licin, Bupati dan rombongan tetap melanjutkan peninjauan. Di lokasi, ditemukan beberapa unit alat berat yang diduga kuat digunakan untuk aktivitas PETI.

Namun saat rombongan hendak kembali, akses jalan keluar mendadak diblokir. Sejumlah pohon ditebang melintang di badan jalan menggunakan gergaji mesin (chainsaw), sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Melihat situasi tersebut, Bupati Bungo yang didampingi Kapolres langsung menghampiri warga di sekitar lokasi. Dengan sikap tegas namun tetap humanis, Bupati menanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab atas pemblokiran jalan tersebut.
“Siapa yang menebang kayu di jalan ini?” tanya Bupati berulang kali.
Namun, tidak satu pun warga yang mengakui perbuatan tersebut.

Camat Rantau Pandan, Sirojuddin, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan bahwa Bupati, Kapolres, dan rombongan memang turun langsung ke lokasi PETI pada malam hari.
“Benar, tadi malam Bupati dan Kapolres turun ke lokasi tambang. Bahkan Bupati sempat terjatuh karena kondisi jalan yang licin dan terjal. Aksi pemblokiran jalan memang terjadi, namun pelakunya tidak diketahui,” ungkap Sirojuddin.
Dalam pernyataannya, Bupati Bungo H. Dedy Putra menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menindak tegas aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Bungo.
“Kami sudah sampai langsung ke lokasi PETI bersama Kapolres dan tim. Pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga lingkungan hidup. Saya menghimbau seluruh masyarakat Bungo untuk bersama-sama menjaga lingkungan ini. Kepada para pelaku PETI, saya minta segera menghentikan aktivitasnya. Saya juga memerintahkan Datuk Rio untuk mendata pemilik tanah, karena kita serius dan akan menindak tegas persoalan PETI ini,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Bungo bersama aparat penegak hukum menegaskan bahwa penertiban PETI akan terus dilakukan secara berkelanjutan, dengan mengedepankan pendekatan hukum, lingkungan, dan kemanusiaan.
(BN)

Komentar