Bungonews.net, Bungo- Sejumlah proyek tahun 2025 yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor baik yang bersumber dari dana APBD maupun DAU- SG diwilayah kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang kabupaten Bungo- Jambi terkesan dikerjakan asal jadi dan terancam molor, parahnya lagi ada juga yang baru menggali pondasi sementara waktu pelaksanaan hanya tinggal hitungan hari jelang Desember 2025 dan masih banyak rekanan kontraktor selaku penyedia yang sengaja tidak memasang papan proyek agar tidak diketahui publik
Hal ini terbukti berdasarkan investigasi tim Bungonews hari ini, Rabu (19/11/2025)
Di SDN 154 Lubuk Mengkuang terdapat pekerjaan proyek pembangunan ruang guru dengan nilai kontrak Rp.199 juta, pembangunan jamban SD dengan nilai Kontrak Rp.111 juta, rehabilitasi rumah dinas dengan nilai kontrak Rp.159 juta. Tiga paket proyek ini dikerjakan oleh satu perusahaan , sedangkan satu paket lagi proyek dilokasi yang sama sengaja tidak pasang papan merek proyek
Kontruksi fisik proyek ini terkesan asal jadi, selain menggunakan kusen kayu tawar juga dicurigai besi tidak standart dan tidak sesuai spesifikasi dimana jarak kolom mencapai 20 cm begitu juga pada mutu coran diduga kurang semen.
Sementara progres fisik masih sangat minim yang diprediksi tidak akan rampung hingga akhir Desember 2025
” Bagaimana kami bisa melanjutkan pekerjaannya pak, materialnya dan keuangannya nyendat pak ” Tutur pekerja proyek mengaku sebagian tukang sudah pulang .
Di SDN 138/II Muara Tebo Pandak diketahui pekerjaan jamban sekolah yang baru tahapan pemasangan slop balok pondasi..proyek jamban SD 138 Muara Tebo Pandak ini yang dipastikan terlambat ini tidak diketahui nilai anggaran, sumber dana , kontraktor penyedia,konsultan dan batas waktu pelaksanaan karena tidak memasang papan proyek di lokasi proyek.
” Mau bagaimana lagi pak,kalau terlambat sudah bisa dipastikan terlambat ini saja baru mengerjakan pondasinya pak ” Tutur tukang mengaku dari Jambi dan mengaku tidak kenal siapa kontraktor proyek tersebut
Pada gambar rencana proyek diketahui proyek tersebut konsultannya adalah CV.DMC yang beralamat dari Sumbar
Hal yang sama juga terjadi pada proyek rehabilitasi ruang kelas ,rumah dinas dan jamban SMPN 1 Limbur Lubuk Mengkuang , terlihat pengerjaan rehab ruang kelas sudah dalam tahap pemasangan atap sedangkan plafonnya belum dikerjakan, sementara pada pekerjaan rumah dinas baru sebatas pembongkaran ,menariknya pada pekerjaan jamban juga baru tahapan pekerjaan pondasi
proyek rehab dan bangunan jamban di SMPN 1 Limbur Lubuk Mengkuang ini juga sengaja tidak memasang papan proyek
Adre yang mengaku pelaksana proyek mengatakan “Benar ,saya pelaksana proyek di SMPN 1 Limbur Lubuk Mengkuang ini pak, perusahaannya dari Payah Kumbuh ” Tuturnya sembari menyebut nama bosnya berasal dari Jambi
Ditanya alasan tidak memasang papan proyek, Andre mengaku papan proyek nya memang belum dipasang karena tertinggal dalam.mobil, sementara pekerjaan sudah hampir berakhir masa kontrak papan merek belum juga dipasang
Di SDN 68/II Tanjung Bungo terlihat pekerjaan pagar sekolah yang baru pada tahapan penggalian pondasi juga tanpa memasang papan proyek
” Bagaimana mau selesai dalam waktu dekat ini pak kami saja baru gali pondasi sedangkan tukangnya hanya 3 orang ” Tutur pekerja proyek sembari ngaku tidak kenal dengan.kontraktor
Selain itu juga terdapat paket proyek yang sama yang progresnya masih minim di SD Pamunyian, SMPN 6 Limbur Lubuk Mengkuang ( BN )


























Komentar