Bungonews.net, Bungo, Selasa pagi (18/11/2025), suasana di SMK Kesehatan Dharma Ananda di Desa Embacang Gedang kecamatan Tanah Sepenggal Lintas kabupaten Bungo – Jambi tampak berbeda. Saat tim Bungonews.net tiba sekitar pukul 11.44 WIB, halaman sekolah yang biasanya rapi kini dipenuhi tumpukan material pembongkaran dan bahan bangunan baru. Pertanda bahwa proses revitalisasi tengah berjalan, meski belum terlalu jauh.
Kedatangan bungonews ke sekolah itu bertepatan dengan selang beberapa menit setelah kunjungan Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis.
Di ruang kerjanya, Kepala SMK Kesehatan DA, Riri, menyambut dengan ramah. Dengan nada tenang, ia membenarkan bahwa sekolahnya mendapatkan bantuan revitalisasi tahun ini.
“Iya pak, sekolah kami menerima bantuan sekitar Rp491 juta,” ujarnya sambil memberikan buku tamu untuk diisi.
Setelah menjelaskan proses pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Riri mengajak kami melihat langsung kondisi bangunan yang direhabilitasi. Ruang kelas tampak masih dalam tahap awal pembongkaran.
“Atap, plafon, dan lantainya diganti semua, pak. Kami baru mulai beberapa minggu ini,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai waktu pelaksanaan yang cukup singkat, Riri sempat terdiam sejenak sebelum menjawab dengan hati-hati.
“Sekolah kami memang yang terakhir menerima bantuan revitalisasi tahun 2025. Insya Allah kami usahakan selesai sesuai rencana,” katanya.
Di tengah aktivitas para pekerja, seorang pria datang memperkenalkan diri sebagai Ali dan meminta kontak. Berdasarkan informasi yang kami terima, pria tersebut diduga merupakan pemborong dari Jambi yang menangani proyek ini, meski skema bantuan revitalisasi seharusnya lebih menekankan pada pola swakelola.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bungonews, proyek revitalisasi ini dijadwalkan berlangsung 45 hari kalender, dari 1 November hingga 15 Desember 2025. Namun dengan progres yang masih berada pada tahap pembongkaran di pertengahan November, efektivitas pelaksanaan dan manajemen waktu layak menjadi perhatian.
Secara umum, geliat pekerjaan memang sudah terlihat, tetapi ritme pengerjaan dan kesesuaian pelaksanaannya dengan ketentuan swakelola menjadi catatan penting yang perlu dikawal hingga proyek ini benar-benar tuntas dan memberikan manfaat bagi peserta didik.
(BN–war)


























Komentar