Jembatan Desa Cilodang – PT. SAL 2 Kembali Amblas, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

BUNGO1140 Dilihat

Bungonews.net,Bungo,-Jembatan penghubung antara Pabrik PT. Satya Aditya Loka (SAL 2) dan Desa Cilodang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo kembali amblas diterjang derasnya arus air hujan pada Senin (20/10/2025).

Peristiwa ini menjadi kejadian kedua setelah jembatan darurat yang dibangun beberapa bulan lalu sebelumnya juga mengalami kerusakan.
Menurut keterangan Agus Kunandar, Datuk Rio (Kepala Desa) Cilodang, robohnya jembatan tersebut sudah diprediksi sejak awal karena pembangunan yang dilakukan pihak perusahaan terkesan asal-asalan.

“Jembatan darurat yang dibangun kemarin sudah roboh lagi karena tidak mampu menahan arus air hujan semalaman,” ujar Agus kepada Bungonews, Senin (20/10/2025).

Agus menambahkan, pihaknya akan menuntut PT. SAL 2 sesuai perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Ia menilai perusahaan tidak serius dalam membangun infrastruktur yang aman dan berkelanjutan untuk masyarakat sekitar.

“Kami akan tuntut PT. SAL sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat. Sejak awal kami sudah ingatkan bahwa jembatan darurat itu tidak kuat karena dikerjakan asal jadi,” tegasnya.

Amblasnya jembatan ini memutus akses utama masyarakat Desa Cilodang dan para pekerja menuju pabrik. Warga berharap pemerintah kabupaten dan kecamatan segera turun tangan, mengingat jembatan tersebut memiliki peran vital dalam aktivitas ekonomi dan transportasi warga.
Sejumlah pihak mendesak Pemerintah Kabupaten Bungo untuk:Menurunkan tim dari Dinas PUPR dan BPBD guna melakukan investigasi penyebab amblasnya jembatan.Menegur PT. SAL 2 secara resmi karena dinilai lalai dalam pelaksanaan pembangunan.Menjamin akses sementara bagi masyarakat sampai jembatan diperbaiki secara permanen.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Satya Aditya Loka (SAL 2) belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Warga berharap perusahaan segera memperbaiki jembatan dengan konstruksi yang lebih kokoh dan sesuai standar keselamatan.( BN )

Editor : Azwari
Sumber: Agus Kunandar datuk rio Ds Cilodang

 

Komentar