Bungonews.net, Bungo – Masyarakat kampung Pangean atas dusun Ujung Tanjung kecamatan Jujuhan kabupaten Bungo – Jambi belum merasakan hakikinya kemerdekaan Indonesia yang sudah memasuki usia 80 tahun
Pasalnya, sejak berdirinya kampung Pangean dusun Ujung Tanjung ini masih saja gelap gulita tanpa ada penerangan PLN padahal kampung Pangean ini tergolong bukan perkampungan yang jauh dan terisolir bahkan tidak jauh dari kampung kelahiran mantan bupati Bungo 2 periode H.Mashuri.S.P sedangkan di pelosok desa dalam kabupaten Bungo sudah terang benderang
Beberapa tahun yang lalu ratusan masyarakat Ujung Tanjung pernah menggelar aksi demo akan ke kantor bupati dan ke DPRD kabupaten Bungo dengan tuntutan agar desa tersebut dialiri listrik PLN dengan ancaman akan mengembalikan Kartu Tanda Penduduk ( KTP) selaku warga Bungo dan akan pindah kependudukannya ke Dharmasraya – Sumatera Barat
Pada bulan Agustus 2025, tepatnya tanggal 2 Agustus warga kampung Pangean atas justeru sengaja memasang bendera pada tiang PLN yang sudah belasan tahun tidak ada jaringan listrik PLN , Aksi warga tersebut sebagai ungkapan kekecewaan sekaligus simbol belum dirasakanya layaknya kemerdekaan RI yang sekarang sudah 80 Tahun tersebut
Ancaman akan pindah kependudukan ke Dharmasraya dan dipasangnya bendera merah putih pada tiang PLN oleh warga Pangean atas dusun Ujung Tanjung tersebut ternyata tidak mempan dan tidak lah mengugah hati para pemangku kebijakan di Eksekutif dan legislatif, sehingga tidak berlebihan bila dikatakan ” DICUEKIN “
Diketahui jelang pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati Bungo beberapa waktu yang lalu, pemerintah daerah kembali mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak PLN dan akan dicari solusinya namun itu hanya isapan jempol belaka
Terkait persoalan tersebut, camat Jujuha, Iwan Kurniawan diminta tanggapannya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai usaha dan telah melakukan pertemuan ditingkat kabupaten
” Kami sudah melakukan berbagai usaha, sejak tahun 2023 dan 2024 ,2025 dan sudah dilaksanakan beberapa pertemuan ditingkat kabupaten. Melalui asisten 2 dan Kabag SDA ” Tulusnya melalui pesan singkat WA , Senin (11/08/2025 )
Ditanya apa solusi dan realisasinya ? dikatakannya ” PLN Terkendala anggaran ” ketusnya
Sementara Kabag SDA Setda Bungo, Desmardi dikonfirmasi dan dimintai tanggapannya tidak memberikan jawaban, dihubungi ponselnya tidak diangkat di WA pun tidak dibalas
Jika legislatif dan eksekutif betul – betul serius, peduli dan tanggap dengan keluhan masyarakat pemerintah daerah dapat dan diperbolehkan membangun jaringan listrik untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mempercepat akses listrik didaerah yang membutuhkannya ,selanjutnya menghibahkan ke PT.PLN ( Persero ) namun pemerintah daerah lebih memilih membangun beberapa unit rumah sakit di wilayah jujuhan dan kuamang kuning serta pasar yang hingga saat ini masih terkesan mubazir
( BN- war )

























Komentar