Bungonews.net, BUNGO – Jelang akhir tahun 2024 yang lalu kabupaten Bungo dihebohkan dengan proyek tunda bayar dan akan dijadikan utang daerah dengan alasan tidak adanya ketersediaan anggaran daerah dan alaaan belum masuknya dana bagu hasil ( DBH ) dari pemerintah provinsi Jambi
Merebak isue proyek yang bersumber dari dana APBD alias Pokir anggota dewan ( DPRD ) kabupaten Bungo juga kena imbasnya .
Menariknya proyek yang bersumber dari APBN ( DAK ) juga tunda bayar bahkan terang -terangan diakui akan jadi utang pemda begutu juga halnya proyek APBN ( DAU SG ) padahal kegiatan DAK dan DAU SG ini tidak mengenal tunda bayar , artinya sesuai jadwal ( time schedulle ) akan dibayarkan sesuai dengan prigres fisik jika tidak tuntas 100 persen anggaran akan dikembalikan ke KAS negara,muncul pertanyaan Kenapa jadi utang daerah ? diprediksi dalam laporannya sudah 100 persen namun pembayarannya belum disampaikan kepada rekanan
Hal ini diakui oleh sejumlah pejabat pembuat komitmen ( PPK ) di dinas pendidikan ,dinas kesehatan dan Dispiorapar kabupaten Bungo )
Tidak hanya itu proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Dinas PUPR kabupaten Bungo yang bersumber dari dana bagi hasil sawit ,APBD dan DAU pun hingga saat ini belum juga dibayar , hal ini tentunya tidak sebatas PR namun akan menjadi beban bagi bupati terpilih Dedy – Dayat nantinya.
Berdasarkan investigasi dilapangan dan pengakuan berbagai pihak ternyata proyek tunda bayar yang bersumber dari APBD alias pokir anggota DPRD kabupaten Bungo sudah dibayarkan sejak beberapa bulan yang lalu ” Sebanyak 27 paket pokir di Disporapar sudah dibayarkan 100 persen bang , hanya satu paket yang belum dibayar karena terlambat setelah pemberian kesempatan kerja ‘Tutut Didik PPTK Disporapar kabupaten Bungo diruangan kerjanya baru – baru ini
Hal ini diakui okeh Aris kontraltor pelaksana proyek gedung serbaguna di Disporapar Bungo yang berlokasi di kecamatan Jujuhan dengan nilai Rp 600 jutaan ” Sampai hari ini belum ada pembayarannya bang, kemaren janjinya akan dibayar setelah libur idhul fitri ” Ucapnya
Di Dinas Pendidikan kabupaten Bungo yang sebelumnya diakui sejumlah proyek DAK belum dibayarkan,setelah ditelusuri diakui sudah dibayarkan sejak beberapa bulan yang lalu ,hanya proyek penambahan waktu saja yang belum dibayarkan ” sebut salah seorang staf di bidang pembinaan sekolah dasar dinas pendidikan kabupaten Bungo.
Tidak jauh beda dengan Dinas PUPR Kabupaten Bungo, Asbi Assadiqi kadis PUPR kabupaten Bungo dan Dwi Herwindo Kabid Bina marga dikonfirmasi selalu mengaku bingung dan tidak bisa berbuat banyak karena sejumlah proyek belum dibayarkan
Pengakuan Kadis dan kabid BM DPUPR Bungo ini dibenarkan oleh Alvin kontraktor pelaksana asal kerinci dan Zakaria kontraktor asal Bungo ” Sampai hari ini proyek jalan dan jembatan belum dibayar juga ,proyek selesai tapi tidak dibayar ” Tutut Zakaria yang biasa disapa JEK
Lebih menarik lagi proyek Puskesmas Babeko yang dikerjakan oleh PT.Bambu Wulung Jaya di putus kontrak oleh PPK dinkes Bungo sebelum adanya hasil audit dari inspektorat dan instansi teknis ternyata proyek yang bersumber dari dana DAK 2024 tersebut belum juga dibayar ‘ Belum juga dibayarkan ,kemaren ada konsultan hubungi saya , saya bilang selesaukan dulu dokumennya nanti saya dijebak lagi karena kemaren katanya sidah putus kontrak ” ucap Hardian Angga kontraktor pelaksana proyek puskesmas Babeko
Terkait persoalan tersebut kepala BPKAD kabupaten Bungo, M.Rachmat setiap kali dikonfirmasi tetkesan menghindar, dengan alasan rapat dan zoom metting serta sedang bersama bupati dan BPK , itulah alasan setiap dikonfirmasi
Berikut ini aejumlah proyek yang belum dibayar dan dijadikan utang daerah :
1. Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Babeko dikerjakan oleh PT.Wulung Jaya ( DAK 2024 ) Rp.1,6 miliar
2. Proyek Jembatan Batang Bungo ( Mangun Jayo ) dikerjakan oleh CV.Rayyan Fazza Matalino ( DBH sawit 2023 ) Rp.13,5 Miliar
3. Proyek jembatan Tebo Pandak ( DAU ) Rp.1,1 miliar
4. Proyek Jembatan Rantau Panjang – Jujuhan Dikerjakan oleh CV.Beebo corp ( APBD ) Rp.7,0 Miliar dan sejumlah proyek peningkatan jalan dam pemmbangunan jalan lingkungan dalam kabupaten Bungo
Tunggu khabar selanjutntnya terkait proyek tunda bayar dan setoran fee proyek yamg mencapai 12 persen
( BN – War )


























Komentar