Bungonews.net, BUNGO -Proyek Pokir H.Bakri anggota DPR RI pekerjaan rehab dan renovasi sekolah dasar ( SD) dikabupaten Bungo sebesar Rp.30,5 miliar yang dikerjakan oleh PT. Citrasarana Bangun Persada yang sebelumnya di prediksi tidak akan rampung menjelang penerimaan siswa baru terbukti hingga saat ini belum rampung dikerjakan

Tidak hanya itu, Pokir anggota DPR RI melalui Dinas PUPR provinsi Jambi ini diduga dikerjakan asal jadi dan tidak mematuhi keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 / SMKK ) dan tidak menyediakan direksi keet, kendatipun demikian proyek POKiR yang tidak tidak tepat waktu yang berimbas dan berdampak terhadap proses belajar mengajar tersebut terkesan dibiarkan oleh Instansi terkait dan konsultan
Proyek POKIR yang dijadawalkan harus selesai selama 9 bulan terhitung bulan September 2023 hingga Mei 2024 diantaranya SD 201/ II Baru Telentam, SD 01/II Ranatau Asam dan SD 78 / II Tepian Danto
Pantauan dilapangan 3 unit SD yang harus selesai pada bulan Mei 2024 tersebut ternyata masih saja dikerjakan bahkan di SD 78 Tepian danto masih mengerjakan bangunan utama sedangkan pagar belum dikerjakan , begitu juga halnya dengan SD 01 Rantau Asam ,menariknya pembangunan pagar SD ini hanya menempel pada bangunan pagar yang lama
” Kami tukang baru pak, kami bekerja ataa dasar perintah dan pemintaan kontraktor,kami tidak diberi gambar sebagai pedoman kerja kami ” Tutur salah seorang tukang kepada Bungonews baru- baru ini
Sementara pada pekerjaan proyek SD 044/ II Karak, SD 156 / II Suka Jaya dan SD 002/II Senamat yang dijadwalkan selesai dikerjakan pada bulan Juni 2024 ternyata juga belum rampung dikerjakan
Kepala Sekolah SD 044/ II Karak, Bina Mukti Wijaya ditanya apakah pengerjaan proyek rehab disekolah nya sudah selesai dikerjakan ?
Dikatakannya, ” Belum selesai pak, katanya proyek ini selesai hingga bulan Oktober 2024 karena kontraknya selama 9 bulan ” tuturnya mengakui
Ditanya apakah Ia mengetahui kontrak kerja 9 bulan tersebut terhing dari bulan apa ? Bina Mukti yang mengaku baru beberapa bulan menjabat kepala sekolah mengatakan tidak tahu , setelah dijelaskan bahwa kontrak kerjanya terhitung sejak bulan September 2023 berakhir bulan Juni 2024 bukan bulan Oktober 2024 sebagaimana pengakuan pihak kontraktor , kepsek SD O44 Karak terdiam
Selanjutnya diakui bahwa hingga hari ini ( 1/07/2024 ) kondisi proyek rehab di sekolahnya masih tahap pengerjaan ,bahkan pagar sekolah baru dimulai pembangunannya begitu juga halnya pavin blok belum terpasang , ” Kalau begitu sudah terlambat bang proyek ini ” ucapnya sembari mengaku tidak jarang komunikasi dengan pihak kontraktor bahkan dirinya tidak ada dalam group sekolah yang mendapat proyek rehab yang dimaksud
Kondisi yang sama juga terjadi pada rehab SD N 156 Suka Jaya , diakui oleh datuk rio ( Kades red ) Suka Jaya bahwa rehab SD didusunnya belum selesai dikerjakan ” Saat ini belum selesai bang , Pagarnya baru dimulai pengerjaannya ” Tutur Muhamad Umar rio Suka Jaya yang aktif mengawasi proyek rehab tersebut
Saya juga tidak tahu bang kalau proyek ini pengerjaan nya harus selesai bulan Juni 2024, padahal saya berniat akan mengadakan syukuran dan menyampaiakan apresiasi bersama wali murid,masyarakat dan instansi terkait karena sudah membantu sekolah di dusun kami, namun kontraktornya sepertinya kurang respon ” pungkasnya
Sementara Rehab SD 196 Taman Agung yang baru dimulai pembangunan diduga dikerjakan asal jadi , terlihat pada tiang beton yang tidak di ganti melainkan disambung padahal tiang sebelumnya terbuat dari kayu, begitu juga pada pekerjaan rangka cakar ayam pada beberapa tiang dicurigai tidak ada cakar ayam
” Kami curiga rehab SD Taman Agung ini asal jadi , masak ya ada tiang beton yang ditempel pada tiang kayu ,begitu juga pada item pekerjaan lainnya ” tutur sumber
Diminta kepada instansi terkait dan pihak konsultan tidak hanya duduk dibelakang meja saja tanpa mengecek kondisi fisik dilapangan, begitu juga halnya dengan pihak APH sudah mestinya melakukan Monev ( BN )


























Komentar