Bungonews.net,BUNGO-Transparansi penggunaan dana Bos sangat Penting untuk menghindari terjadi nya penyimpangan dan penyalahgunaan dalam realisasi penggunaannya,Transparansi penggunaan Dana Bos ini di awali dari perencanaan,pelaksanaan dan pelaporannya.
wujud transparansi penggunaan dana Bos ini juga dilihat dari peran aktif kepala sekolah yang melibatkan komite sekolah ,masyarakat sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah dan diketahui oleh publik dari papan informasi penggunaan dana bos yang di pajang ditempat -tempat yanng diketahui oleh publik di sekolah itu sendiri , namun disayangkan dalam prateknya tidak semua kepala sekolah yang mau memajangkan papan informasi penggunaan dana bos tersebut sehingga kuat dugaan ada unsur kesengajaan agar Tidak diketahui oleh publik .
Salah satu diantaranya adalah SD negeri 024 Koto Jayo kecamatan Pelepat Ilir misalnya , ditanya realisasi penggunaan dana Bos tahun 2020 lebih memilih bungkam ketimbang memberikan jawaban ,bungkamnya JON Kepsek SD negeri 24 Koto Jayo ini patut dicurigai ada yang sengaja ditutupinya ,lebih-lebih dana Bos tahun 2020 direalisasikan pasca pandemi covid 19 dimana kegiatan belajar mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan.
Bungkamnya kepsek SD 024 koto Jayo ini terbukti disaat dikonfirmasi Bungo news pada tanggal 09 November 2021 tidak meresfon ,dihubungi telponnya tidak di angkat di WA pun tidak balas.
DiKetahui bahwa Dana Bos SD 024 Koto Jayo dengan jumlah siswa 168 orang dicairkan pada tahap,1 sebesar Rp.45.360.000,- pada tahap ke 2 sebesar Rp.60.840.000,- dan tahap ke 3 sebesar Rp.46.980.000,- dan terdapat kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler pada tahap 1 dan tahap ke 3 dan kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana sekolah dan langganan daya dan jasa serta anggaran pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan yang patut dipertanyakan (Kevin)


























Komentar