Pasca Banjir dan Longsor, Diakui Anggaran PMI Bungo Rp.150 juta pertahun dan Stagnan, Ini Penyebabnya

BUNGO171 Dilihat

Bungonews.net, Bungo-Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kabupaten Bungo yang mestinya hadir ditengah masyarakat untuk memastikan dan menjamin ketersediaan darah aman bagi masyarakat, pelayanan kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana menjadi sorotan karena dinilai vakum dan stagnan terlebih disaat beberapa wilayah dalam kabupaten Bungo mengalami banjir dan longsor

Dikonfirmasi persoalan tersebut Hamdan Sekteris PMI Kabupaten Bungo mengakui bahwa anggaran dana Hibah yang dikelola oleh PMI Bungo nilainya Rp 150 juta pertahun dan mengakui bahwa kegiatan mereka stagnan

” Anggaran PMI Bungo pertahunnya kisaran Rp.150 jutaan dengan kegiatan Donor darah, Pelatihan dan bantuan sosial bagi korban bencana ” Tuturnya kepada Bungonews

Ditanya soal eksistensi giat PMI Bungo, Hamdan mengakui stagnan karena PMI Bungo tidak lagi memiliki Markas dan tidak lagi memiliki kendaraan operasional ” Untuk saat ini agak stagnan karena PMI Bungo tidak lagi memiliki markas dan tidak lagi memiliki kendaraan operasional sehingga menjadi kendala serius untuk turun kelapangan ” Ungkapnya.

Untuk kepengurusan PMI Bungo diakuinya masih dijabat oleh Verawati Mashuri sebagai ketua hingga tahun 2027 mendatang ” Jika PMI Provinsi Jambi menilai PMI Bungo harus di Resuffle kami pun siap bang ” ujarnya

Sementara pemkab Bungo menetapkan status tanggap darurat akibat banjir dan longsor yang meluas yang menyebabkan 1.436 rumah terendam dan menyebabkan meninggal dunia tertimbun longsor dan dikabarkan satu warga meninggal dunia tersengat listrik disaat banjir

Menariknya Instansi terkait BPBD dan Dinas Sosial kabupaten Bungo ditanya bantuan apa saja yang telah disalurkan pasca banjir dan longsor melanda kabupaten Bungo lebih memilih ” BUNGKAM ”

Diminta bupati Bungo memanggil instansi terkait dan PMI Bungo sekaligus mengevaluasi kinerja mereka ( BN – war )

Komentar