Karyawan PT BMM Mengeluh: Gaji Tak Pernah Naik Sejak Alih Kelola, Potongan Misterius Makin Menyesakkan

BUNGO199 Dilihat

Bungonews.net,Bungo -Aroma ketidakberesan mencuat dari perusahaan perkebunan sawit PT Bina Mitra Makmur (BMM) yang beroperasi di Kecamatan Pelepat dan Muko-Muko Bathin VII. Meski manajemen telah beralih dari Sinarmas (SM) ke SPU, nasib para pekerja justru makin terpuruk. Hal ini terkonfirmasi langsung pada Rabu (11/02/2026).

Sejumlah karyawan menyampaikan keluhan pahit mengenai gaji yang tak pernah naik, potongan misterius, hingga upah lembur yang tidak sesuai aturan. Mereka meminta pemerintah Kabupaten Bungo turun tangan membela hak-hak pekerja yang selama ini diabaikan.

Potongan Gaji Berlabel “Titipan”

Para pekerja mengaku tak pernah menikmati kenaikan gaji sesuai UMR sejak pengalihan manajemen. Lebih buruk lagi, jumlah gaji yang diterima justru jauh dari angka seharusnya.
Seorang karyawan berinisial HR mengungkapkan bahwa dari gaji Rp4,1 juta, ia hanya menerima Rp3,7 juta, sisanya dipotong dengan alasan “titipan”.
Karyawan lain, BR, menerima Rp5,1 juta dari total gaji Rp5,6 juta—lagi-lagi atas alasan serupa.
Sementara N, yang seharusnya menerima Rp4,09 juta, hanya mendapatkan Rp2,7 juta. Sisanya tidak jelas ke mana arahnya.
Jam Kerja Panjang, Upah Lembur Tak Sesuai
Keluhan tak berhenti di situ. Pekerja berinisial N menuturkan bahwa mereka bekerja dari pukul 06.00 hingga 16.00, bahkan sering sampai malam. Kelebihan jam kerja hanya dihargai premi Rp20 ribu, bukan upah lembur sebagaimana mestinya.
Sementara itu, karyawan A mengaku bekerja 8 jam per hari namun tidak pernah menerima uang lembur, termasuk pada hari libur nasional dan hari Sabtu.

Akan Dibawa ke DPRD Bungo
Buntut dari banyaknya kejanggalan tersebut, para pekerja meminta agar DPRD Bungo memfasilitasi mediasi antara karyawan dan pihak manajemen PT BMM.( BN / Rahmat )

Editor : Azwari

Komentar