Bungonews.net, Bungo – Puluhan paket proyek yang bersumber dari dana DAU – SG dan APBD 2025 yang terdiri dari 15 paket tender dan 73 paket non tender di lingkup Dinas pendidikan dan kebudayaan ( Disdikbud ) kabupaten Bungo minim progres padahal waktu pelaksanaan hanya 4 hari lagi jelang 20 Desember 2025 batas akhir pelaksanaan dan pelaporan administrasi proyek

Minimnya progres proyek rehabilitasi ruang kelas,ruang perpustakaan, laboratorium, jamban, rumah dinas yang diprediksi sejak awal pengerjaan hingga jelang akhir Desember 2025 ini diakui oleh Kabid Dikdas yang juga PPK Proyek, Zeka Apriandi ” Yo bang minim progresnya, dari awal kami sudah tegaskan kepada rekanan agar bekerja secara profesional menjaga mutu dan tepat waktu ” Tutur Zeka ( 16/12/2025 )

Ditegaskannya lagi ” Kami sudah ingatkan kepada rekanan dan sudah kami lakukan SCM itu prosedur yang harus kami lakukan , seandainya ada yang diputus kontrak dan di Black list akibat kelalaian dari kontraktor jangan sampai kami yang disalahkan ” Tegasnya sembari mengakui progres proyek keseluruhan antara 60 sampai 70 persen
Terkait persoalan tersebut kami juga sudah memanggil konsultan pengawas untuk melaporkan progres proyek secepatnya namun hingga saat ini konsultan belum menyampaikan kepada kami ” pungkasnya
Berdasarkan hasil investigasi dilapangan ditemukan sejumlah paket proyek yang masih minim progres dan bahkan berapa paket proyek tidak dikerjakan lagi ditinggalkan begitu saja alias MANGKRAK
Salah diantaranya proyek rehabilitasi rumah dinas dan pembangunan Jamban SD 137 / II Lubuk Tenam yang dikerjakan oleh CV. ZPM dengan nilai kontrak Rp.194 juta pada paket rehabilitasi rumah dinas dan Rp.111 juta pada paket pekerjaan pembangunan jamban
Dua paket proyek yang dikerjakan oleh satu kontraktor ini dipantau langsung oleh tim Bungonews hari ini, Selasa ( 16/12/2025 ) terlihat kondisi rumah dinas dibongkar dan dibiarkan begitu saja ,begitu juga halnya dengan jamban sekolah yang baru sebatas pemasangan batu bata tanpa kunsen sedangkan tukang tidak terlihat dilokasi proyek.Kondisi ini proyek mangkrak di SD 137 Lubuk Tenam ini tidak jauh beda dengan hasil pantauan sejak sebulan yang lalu.
” Kami juga heran pak, sudah akhir tahun proyek ini ditinggalkan tanpa dikerjakan lagi , ini berisiko terhadap murid nantinya tertimpa material bangunan disamping itu tidak bisa dimanfaatkan ” Tutur salah seorang guru yang tidak disebutkan namanya
Tidak hanya itu, pengerjaan proyek rehabilitasi SD 037 Pulau Batu dengan nilai kontrak Rp.788 juta yang dikerjakan oleh kontraktor asal Bungo dengan car meminjam pakai perusahaan.
Dilokasi yang sama pada proyek pembangunan jamban dan rehabilitasi rumah dinas terlihat masih seperti kondisi sebulan yang lalu yakni baru tahap pemasangan batu bata dan pembongkaran gedung rumah dinas.
Terkait minimnya progres proyek dibeberapa titik lokasi proyek yang sebelumnya diakui oleh sejumlah rekanan optimis selesai jelang akhir tahun 2025 ,kembali dimintai tanggapannya lebih memilih bungkam ketimbang memberikan tanggapan atas pertanyaan Bungonews
M.Hafiz Sayuti kontraktor Senior yang juga mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI ) kabupaten Bungo sebelumnya memberikan suport moral agar semua kegiatan proyek yang menggunakan keuangan negara dipantau dan dipublikasikan kejanggalannya ” Saya setuju dan support agar semua proyek tanpa terkecuali di awasi dan dipublikasikan oleh Bungo news sebagai bentuk kontrol sosial,siapa lagi kalau tidak kita membenahi kabupaten Bungo ini ” ucapnya beberapa waktu yang lalu
Kembali dimintai tanggapannya ( 16/12/2025 ) terkait minimnya progres proyek di lingkup Disdikbud Bungo jelang akhir tahun 2025, M.Hafiz Sayuti yang dikenal sebagai pengusaha properti di Bungo tidak lagi memberi tanggapan
Kondisi proyek tidak tercapai progres jelang akhir tahun sesuai time schedule ini juga terjadi di SDN 031 Mangun Jayo dengan nilai kontrak Rp.777 juta
Bungonews terus melakukan investigasi pengumpulan data dan fakta dilapangan yang akan disesuaikan adminitrasi pencairan keuangan proyek ( tim )


























Komentar