Bungonews.net, Bungo, Bungo- Janji managemen pabrik kelapa sawit PT.Sari Aditya Loka ( SAL ) Kuamang Kuning – Pelepat akan membangun jembatan permanen pasca ambruknya jembatan penghubung dusun Cilodang pada bulan Agustus 2025 yang lalu ternyata hanya isapan jempol belaka.

Ambruknya jembatan penghubung PT.SAL dusun Cilodang kecamatan Pelepat ini sempat viral setelah ada ancaman akan ditutup total oleh masyarakat tersebut ternyata kurang mendapat tanggapan dari pemerintah daerah alias ” Cuek ” sedangkan anggota dewan dapil Kuamang Kuning – Pelepat hanya bisa diam alias Bungkam.
Berdasarkan kesepakatan pernyataan pihak PT.SAL 2 menyanggupi akan membangun jembatan permanen dan akan membangun jembatan darurat sebelum dibangunnya jembatan permanen agar akses jalan masyarakat tidak terganggu sebagaimana surat pernyataan yang ditanda tangani oleh Bekti ADM PT.SAL dan diketahui oleh datuk Rio ( kades Red ) dusun Cilodang dan Camat Pelepat pada tanggal 2 September 2025 yang lalu
Dikarenakan tidak sesuai teknis dan asalan saja jembatan darurat yang dibangun oleh PT SAl pada tanggal 20 Oktober 2025 kembali ambruk
Ambruknya jembatan darurat yang dibangun oleh PT.SAL tersebut kembali dibangun jembatan darurat namun kembali dipersoalkan karena jembatan darurat hanya terbuat dari papan dan batang kelapa dengan ukuran tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.
Hal ini diakui oleh datuk Rio dusun Cilodang, Agusnandar ” PT.SAL kembali membangun jembatan darurat yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, jembatannya kecil dan membahayakan pengguna jalan ” Tutur Agusnandar kepada Bungonews ( 27/11/2025 )
Dikatakannya, Jembatan permanen yang dijanjikan belum ada tindak lanjutnya, kami menunggu kepastian seminggu lagi dari PT.SAL jika tidak masyarakat akan bertindak ” Ucapnya
Diminta kepada Pemda Bungo dan anggota dewan dapil Kuamang Kuning tidak berdiam diri sebelum terjadi gejolak sosial antara masyarakat dengan perusahaan kian memanas ( BN – war )
Editor : Azwari















Komentar