Pemda Kurang Tanggap, Jelang Lebaran Kantor Desa Tanah Periuk Masih Disegel Warga

NASIONAL2107 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO – Kantor desa Tanah Periuk kecamatan Tanah Sepenggal Lintas kabupaten Bungo – Jambi jelang hari raya Idul Fitri tenyata masih disegel oleh warga

Penyegelan kantor desa Tanah Periuk yang kedua kalinya ini berawal dari tuntutan warga atas dugaan pemalsuan tanda tangan BPD oleh datuk rio ( kades red ) dan terkait dugaan penyimpangan dana desa

” Sampai hari ini masih disegel oleh warga ” tutur ” S ”  warga setempat kepada Bungonews (28/03/ 2025 )

Dijelaskannya “Ini penyegelan yang kedua kalinya sebelum puasa ramadhan  hingga hari ini belum di buka juga ” Tuturnya menjelaskan

Warga menuntut agar datuk rio ( kades red ) di non aktifkan sebagaimana aksi demo ratusan warga ke kantor bupati Bungo beberapa bulan yang lalu,namun tidak ada tindaklanjut pemeriksaan dari inspektorat Bungo sebagaimana kesepakatan disaat demo dan disaat dibukanya penyegelan yang pertama dulu ” tambahnya

Ini semua akibat kurang tanggapnya pemda Bungo yang terkesan membiarkan akhirnya kantor desa tempat pelayanan masyarakat kembali disegel oleh warga ” tambahnya

Warga sudah melaporkan juga ke Polres Bungo atas dugaan pengancaman disaat penyegelan kantor desa yang pertama namun tidak ada tindak lanjutnya , pungkas sumber

Sulaiman S.Sos Camat Tanah Sepenggal  Lintas sebelumnya mengakui bahwa penyegelan kantor desa Tanah periuk yang kedua kalinya karena masyarakat menuntut agar hasil pemeriksaan inspektorat terkait penggunaan dana desa dari tahun 2022 ditindaklanjuti ” Ya , warga menuntut tindak lanjut pemeriksaan inspektorat terkait penggunaan dana desa dan menuntut agar kades di non aktifkan sebagaima aksi demo ke kantor bupati Bungo beberapa bulan yang lalu ” Ungkap camat Taseplin baru – barun ini

Kurang tanggapnya pemda Bungo dan tidak adanya resfon positif dari anggota DPRD Bungo khususnya Dapil IV yang terdiri dari Kecamatan Tanah Sepenggal lintas , Tanah Sepenggal dan Tanah Tumbuh menyebabkan terganggunya pelayanan masyarakat desa dan berpotensi akan menimbulkan masalah baru dikemudian hari ( BN )

 

Komentar