Bungonews.net, BUNGO – Ratusan tenaga honorer dikabupaten Bungo yang mengatasnamakan Aliansi Honorer R2-R3 menggelar aksi demo didepan kantor bupati Bungo, Jum,at ( 24/1/2024 )
Pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Honorer R2- R3 kabupaten Bungo minta bupati Bungo selamatkan nasib mereka yang selama ini mengabdi belasan hingga puluhan tahun dengam gaji jauh dibawah UMR tapi tidak juga diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja ( PPPK )
Aksi damai dihalaman kantor bupati tersebut menjadi sorotan dan mengharukan ketika melihat ada peserta honorer yang membawa bayi dan ada yang hamil tua bahkan tidak sedikit yang meneteskan air mata ketika tenaga pendidik yang sudah 20 tahun mengabdi namun tidak diangkat menjadi PPPK ” Saya guru honorer di SD didusun Candi sudah 15 tahun mengabdi dengan gaji 200 – 300 ribu namun tidak diangkat menjadi PPPK , anak didik saya saja sudah ada yang diangkat menjadi pegawai ” teriak ibu paruh baya yang membuat orang yang mendengar dan menyaksikan orasinya meneteskan air mata
Berikut ini tuntutan pendemo yang disampaikan oleh Aliansi Honorer R2- R3 kabupaten Bungo :
1..Meminta Kepada Hupati Bungo selaku kepala daerah Kab Bongs untuk menyesuaikan pengangkatan tenaga konocer H2 H3 yang terdaftar pada paugkalan database BKN pada tahun 2022 yang melon Trea Modis Trung Pendidik dan Tenaga Teknis paling lanthat 31 Desember 2029
2. Pengangkatan yang dimaksud mengacu pada keputusan Menpan Rumor 634 Diklum nomor (tujah) manyatalan dalam hai jumlah pelamat yang h seluruh nakapankki melebihi jumlah penempatan sebution, pelamar diangkat dar PPPK PARUR WAKTUции гегоR WAKTU TANPA UJIAN
3. Menaluk semevitara Pembukaan CPNS di kabupaten thungo sebelum R2 113 kabupaten bungo di tuntaskan
Meminta Penempatan formasi susuai dengan tempat bekerja
5. Meminta di buka formasi tenaga administrasi sekolah Pustaka/tata Usaha Operato Sekolah khusus untuk dina pendidikan
6. Meminta membuka forinasi sesuai dengan jumlah honover R2 R3 yang ada di kabupaten bingo paling lama 11 desember 2025
7. Meminta untuk point punamisahan nilai, khusus untuk temaga tekhnis.
8. Meminta Bupati untuk menyelesaikan Maralah Atas Nama Dewi Sandra dengan Seadi acilnya tentang polemik Kelulusan Lia Permatasari yang mengunakan Sertifikat sebagai penambahan Nilai 45 Pom sebanyak 10% yara di duga syarat Nepotisme
Para pendemo mendesak bupati Bungo untuk menemui, bernegosiasi dan berkomitmen dihadapan semua honorer dan tidak satupun perwakilan untuk masuk sebelum bupati atau perwakilannya menemui massa
” Tidak ada perwakilan yang masuk terkecuali bupati atau yang mewakili temui kami disini ,karena bupati dan DPRD itu tidak akan ada kalau bukan karena kami ini ” Teriak Rachmat yang dipertegas oleh Mustakim dan Danil yang disambut teriakan setuju oleh ratusan massa
Usai Asisten 1 setda Bungo, Ana lukita dan Azhari sekretaris BKPSDMD Bungo didampingi Adani ketua DPRD Bungo dan Darwandi wakil ketua DPRD Bungo menanggapi aspirasi pendemo 10 orang perwakilan honorer
Diruang rapat asisten 1 setda Bungo,dihadapan perwakilan pendemo dan instansi terkait, Asisten 1 setda Bungo, Analukita menyampaikan bahwa pihaknya bersama instansi terkait dan bergandemgan tangan semua pihak termasuk legislatif akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan masalah dan solusi apa yang akan diberikan karena kewenangannya ada dengan pemerintah pusat .
Senada dengan itu Sekretaris BPPSDMD Bungo, Azhari menyampaikan ia setuju apa yang disampaikan oleh Asisten 1 setda Bungo, ” kita akan berkoordinasi mencari solusinya sesuai dengan regulasi perundang – undangan ” ucapnya sembari menyebutkan pimpinan sedang menghadap ombudsmant terkait permasalahan honorer termasuk masalah kelulusan Lia permatasari
Tidak jauh beda, Rachmat mengatakan ini adalah momentum yang tepat untuk menyelesaiakannya yang selama ini berlarut – larut, akan untuk menyelesaiakannya , akan kita sampaikan masalahnya apa dan solusiya bagaimana ” Kami akan menganggarkannya setelah data klear dari BKPSDM Bungo tuntas ” pungkasnya ( BN – war )


























Komentar