Bungonews.net , BUNGO – Embung Bandara Muara Bungo yang berpungsi sebagai penampung air di wilayah Bandara yang dibangun sejak tahun 2021 hingga tahun 2024 menghabiskan anggaran keuangan negara bernilai puluhan miliar rupiah , patut dipertanyakan baik proses tender maupun kontraktor pelaksana karena kuat dugaan dalam pelaksanaannya fisik dilapangan dikerjakan oleh kontraktor sebagaimana kontrak pelaksanaan sehingga fakta integritas yang disepakati pun patut dipertanyakan dan ditelusuri
Diketahui bahwa pada tahun 2021 pembangunan embung bandara Muara Bungo dianggarkan sebesar Rp. 29 miliar namun dalam kontrak yang ditanda tangani oleh PT.Daka Mega Perkasa sebesar Rp.21,5 miliar.Pada tahun berikutnya ( 2022 ) dianggarkan sebesar Rp.29 miliar sedangkan dalam kontrak sebesar Rp.23,9 miliar yang dikerjakan oleh PT.Yunako Era Mandiri .Selanjutnya tahun 2024 pembangunan embung bandara Muara Bungo dianggarkan sebesar Rp. 14 miliar sedangkan dalam kontrak sebesar Rp. 11,2 miliar yang dikerjakan oleh CV.Gunung Agung Jaya
Sebelum penanda tanganan kontrak paket penuntasan Embung Bandara Muara Bungo diketahui ada 138 peserta lelang yang terjadi gagal tender pada 21 Nopember – Desember 2023 yang lalu
Selain CV.Gunung Agung Jaya ada belasan perusahaan jasa konstriksi yang terseleksi , salah satu diantaranya yang disebut- sebut perusahaan asal Muara Bungo
Menurut sumber bungonews yang layak dipercaya, dalam pelaksanaan proyek penuntasan embung bandara tersebut sebenarnya dikerjakan oleh perusahaan dari Muara Bungo
” Kami tahu persis bagaimana proses lelangnya dan kami tahu siapa yang mengerjakannya ” tutur sumber kepada Bungonews ( 26/07/2024 ) sembari menyebut pemilik perusahaan yang dimaksud
Masalah proyek embung bandara Muara Bungo ini sangat menarik dan akan kita persoalkan nanti ,sekarang biarlah mereka menuntaskan pekerjaannya dulu ” tambahnya
Diketahui bahwa proyek penuntasan embung bandara Muara Bungo yang dikelola oleh SNVT jaringan sumber air VI DPUPR Jambi tersebut meliputi pekerjaan Lining, Pekerjaan Beronjong dan pekerjaan Landscape yamg patut dipertanyakan mutu beton, pembesian dan material lain yang digunakan
Simak detailnya pada pemberitaan berikiutnya ( BN )





















Komentar