Bujang Marawa Sebut Jalan Longsor di Sirih Sekapur Akibat Sungai Tukum Dipindahkan Oleh Pabrik Karet

PERISTIWA516 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO- Bujang Marawah alias Supriyadi warga Sirih Sekapur kecamatan Jujuhan  mengaku jalan longsor di Sirih Sekapur duduga akibat Sungai Tukum dipindahkan oleh pabrik Karet ( crum rubber) PT.DJW

 

“Sungai Tukum ini dulunya lebarnya sekitar 6 meter. Pada tahun 2004 lalu sungai Tukum ini dengan sengaja ditimbun oleh PT. DJW dan didirikannya pabrik dan mess karyawan. Sungai tukum ini dipindahkannya ke belakang pabrik sehingga menyebabkan jalan longsor  ujarnya kepada wartawan baru – baru ini

 

Dijelasksnnya  aliran sungai Tukum yang ditimbun tersebut  sepanjang lebih kurang 600 meter dengan lebar sekitar 6 meter itu sengaja ditimbun demi kelangsungan mendirikan pabrik dan mes karyawan itu juga sudah tergerus longsor.

 

“Kami minta perusahaan bertangging jawab dan  kami minta kepada Dinas PUPR, dinas Lingkungan Hidup Kabupaten, Provinsi maupun pusat agar serius menangani kasus ini. Kalau tidak juga bertindak, kasus ini akan kami laporkan kepada Presiden dan Kapolri,” tegasnya sembari mengatakan bahwa pemindahan sungai tersebut diduga tanpa izin

“Padahal pada 29 Juli 2021 yang lalu, Instansi Pemerintah dari Kementerian PUPR telah menyurati perusahaan pabrik karet tersebut  terkait Penolakan Pemindahan Aliran/Jalur Sungai Tukum,” tambahnya.

Namun, anehnya meski mendapat penolakan dari pemerintah, pemindahan sungai tetap saja dilakukan

Lebih parahnya lagi, pemakaman bersejarah di Dusun Sirih Sekapur yang bertempat berdampingan dengan  pabrik  juga ikut longsor.

 

“Bukan itu bae dindo, pemakaman bernama Datuk Rio Nalo Nuring Cirtih juga ikut longsor dibuatnyo. Itu orang tua pendiri Dusun Sirih Sekapur,” tegasnya

 

Saat dikonfirmasi, Personalia PT DJW , Bambang Munajat saat itu terkesan tidak serius menanggapi persoalan tersebut. Dia berdalih tidak mengetahui secara pasti permasalahan tersebut.

 

“Maaf, saya tidak mengetahui permasalahan ini. Nanti akan saya sampaikan ke bagian humas atau pimpinan, biar mereka yang menyampaikannya nanti,” ucap Bambang saat didatangi wartawan beberapa waktu lalu.

 

ia juga membenarkan beberapa waktu lalu memang ada dari Dinas Lingkungan Hidup datang kepabrik

 

“Kalau gak salah ada 5 orang dari Dinas Lingkungan Hidup dan 2 orang kemungkinan dari wartawan, soalnya 2 orang itu pakai baju bebas,” ujar Bambang.

 

Ditanya terkait apa hasil dari penelusuran Dinas Lingkungan Hidup itu, dirinya mengatakan, kalau dirinya tidak tau apa hasilnya.

 

“Saya tidak tau apa hasilnya. Besok tanya saja langsung sama humas, biar persoalan ini humas yang sampaikan ke pimpinan,” jelasnya. (tim)

 

Komentar