Kasus Pengusiran Wartawan Di Pegasus Akan Berlanjut , Kasatpol PP Bungo ” Kami Yang Ngajak Wartawan Meliput “

BUNGO, JMSI721 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO – Kasus pengusiran dan dibentaknya wartawan oleh Manager Pegasus  saat meliput Sidak Jam malam bersama Satpol PP kabupaten Bungo tidak saja menuai protes dikalangan insan pers namun akan dilanjutkan ke proses hukum

Manager Pegasus bungo usir wartwaan saat meliput

Insiden pengusiran wartawan oleh manajemen Pegasus yang terjadi Jum,at malam Sabtu ( 02/09/2023) sekira jam 12,30 wib malam / 00,30 wib ) yang viral di Medsos ditanggapi serius oleh Kasatpol PP kabupaten Bungo , Khaidir Yusuf

Khaidir Yusuf kasat pol PP Bungo saat diwawancarai terkait pengusiran wartawan di pegasus bungo

” Sangat kita sayangkan sikap arogansi managemen Pegasus yang mengusir wartawan saat sidak Jam Malam , mereka (wartwan Red ) kami yang ngajaknya ” Ucap Khaidir Yusuf dihadapan sejumlah wartawan hari ini , Sabtu ( 2/09/2023 )

Lebih lanjut dikatakannya ” Saat itu saya sudah sampaikan kepada Managemen pegasus bahwa dalam tim juga ada wartawan yang jumlah nya 15 orang ,hanya saja yang bisa masuk kedalam pegasus sebanyak 4 orang termasuk Azroni ketua Persatuan wartawan Bungo,tidak hanya wartawan tapi tim kami yang juga meliput juga diusir dari pegasus “Ujar Khaidir Yusuf Menjelaskan

Ditanya apakah dia siap memberikan keterangan disaat dibutuhkan nantinya ? ” Saya siap memberikan keterangan dan menjadi saksi atas insinden pengusiran tersebut ” ucapnya

Sementara Azroni salah satu wartawan yang bertugas saat itu, tidak menampik sikap arogan manajemen PEGASUS ini terhadap awak media pada saat itu.

Dia mengaku dibuat tidak berdaya oleh manajemen PEGASUS. Sebab, belum selesai melakukan tugas jurnalis, pihaknya sudah dibentak, didorong dan diusir.

“Kami baru saja masuk ke dalam Diskotik Pegasus bersama dengan rombongan Satpol PP. Tetapi tidak berapa lama oknum manajemen langsung bersikap arogan,” tegasnya yang dibenarkan oleh Adha

Akibat dari sikap arogan tersebut, jelas Roni, dirinya tidak bisa mendapatkan informasi yang jelas terkait dengan operasi yang digelar oleh petugas penegak Perda.

“Kami menjadi terhalang mendapatkan informasi seputar apa pembicaraan, teguran serta apa tindakan dari Satpol PP pada malam itu. Menejemen Pegasus lupa atau tidak tahu kalau jurnalis itu bertugas dilindungi Undang-Undang,” sebutnya.

“Kita ketahui bersama Bar, Pub ataupun Diskotik itu fasilitas publik. Kami turun bukan sendiri-sendiri, tetapi bersama Satpol PP,” tegas Roni.

“Bahkan Kasat Pol PP pun sudah memberitahukan kepada manajemen PEGASUS bahwa, pihaknya turun didampingi oleh para wartawan,” timpalnya.

Roni mengaku kalau selama dirinya menjalankan tugas sebagai jurnalis dan ikut dalam operasi penertiban tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti apa yang dilakukan di Pegasus. Kata dia, biasanya, tempat-tempat seperti itu menerima wartawan dengan baik

Terkait pengusiran yang dilakukan oleh Manajemen Pegasus, Azroni mengatakan ” Saya dan kawan – kawan tidak terima diperlakukan seperti ini , masalah ini sudah dikonsultasikan dengan pakar dan dengan pengacara , dalam waktu dekat akan kita laporkan ” tegas Azroni

Sejumlah wartawan dari berbagai media pers nasional dan lokal yang bertugas di kabupaten Bungo menyatakan sikap akan menggiring kasus pengusiran wartawan tersebut hingga proses hukum , pernyataan sikap ini disampaikan disalah satu caffe di Muara Bungo ( BN )

Komentar