Bungonews.net, BUNGO – Pengerjaan proyek jalan baik turap ,drainase maupun pelebaran jalan nasional jalan lintas sumatera dikeluhkan oleh warga dan pengguna jalan , pasalnya setelah digali ditinggalkan begitu saja sehingga seringkali sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas ,begitu juga halnya pada pekerjaan pelebaran jalan pembangunan drainase jalan yang minim rambu – rambu serta material menumpuk di bahu jalan
Kali ini pekerjaan tambal sulam jalan nasional dalam kota Muara Bungo kembali dikeluhkan oleh warga dan pengguna jalan karena setelah digali dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya untuk menimbun kembali
“Sudah sebulan lebih galian jalan ini dibiarkan, semestinya setelah digali langsung di timbun dan dilakukan pengaspalan untuk menghindari terjadinya kemacetan jalan raya dan menghindari terjadinya koirban kecelakaan lalu lintas ” Tutur Nur warga Bungo (05/06/2023)
Masalah pekerjaan proyek tambal sulam dalam kota Muara Bungo yang sudah digali tidak di timbun lagi ini juga ramai diperbincangkan di media sosial WAG
Galian pekerjaan tambal sulam jalan nasional lintas sumatera dalam kota Muara Bungo ini dapat ditemukan disepanjang jalan dari simpang bambu kuning lampu merah ( traffic light ) pasar bawah Muara Bungo hingga depan masjid agung Al Mubarak Muara Bungo
Terpantau pengguna jalan baik pengendara sepeda motor maupun pengendara mobil kesulitan menghindari lobang sehingga berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas , lebih – lebih galian persis di lampu merah dan diarea kendaraan berbelok
Belum diketahui secara pasti siapa rekanan kontraktor pelaksana proyek tersebut karena tidak ditemukannya papan merek proyek dilapangan
Hingga berita ini di publish belum ada keterangan resmi dari dinas PUPR Jambi dan balai jalan nasional
Diminta kepada Pemda Bungo dan instansi terkait kabupaten Bungo untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Jambi maupun balai jalan Nasional wilayah Jambi , agar segera dilakukan penimbunan dan pengaspalan
( BN )


























Komentar