Bungonews.net, BUNGO – Bantuan Bansos PBI ( Penerima Bantuan iuran Jamninan Kesehatan ) yang disalurkan melalui kementerian sosial dan dibayarkan kepada BPJS di kabupaten Bungo pada tahun 2022 sebanyak 25.346 diakui oleh kepala dinas Kesehatan kabupaten Bungo , dr.Syagaruddin Matondang sudah terealisasi dan sudah diserahkan kepada BPJS
Koata 25.346 bukan lah angka yang sedikit sehingga realisaisinya dipertanyakan oleh berbagai pihak pasalnya selain PBI dari Kemensos tersebut diketahui pemerintah provinsi melalui program Dumisake sedangkan kabupaten Bungo juga mengalokasikan program yang disebut JAMKESDA ( jaminan kesehatan Daerah ) yang juga Ditambah dengan program pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin melalui SKTM.
Dra. Novalia Eka Putri Sekretaris merangkap PLT kadis Sosial P2KB dan P3A kabupaten Bungo dikonfirmasi persoalan tersebut tidak bisa berkomentar banyak karena ada bagian yang khusus menanganinya , kendatipun demikian menurut Novalia instansi yang ia pimpin dinilai instansi terbaik oleh ombudsman (3/02/2023)
Sementara Kasi Sosial Rasidin mengakui bahwa angka koata 25.346 untuk program PBI pada tahun 2022 sudah terealisasi dan dibenarkan bahwa pada tahun anggaran 2023 koata diusulkan menjadi 30.000
” Benar koata PBI 25.346 sudah direalisasikan dan benar ada penambahan koata tahun 2023 ini ” Tutur Rasidin diruangan kerja PLT kadis sosial Bungo
Dijelaskannya bahwa program layanan kesehatan PBI yang dibayarkan ke BPJS tersebut dapat di layani melalui Kartu Indonesia sehat ( KIS )
Lantas bagaimana dengan program Dumisake dan Jamkesda ? Diakuinya bahwa koata yang dimaksud sudah termasuk prorgam Dumisake dan Jamkesda kasi sosial menjanjikan akan memberikan data dan rekafitulasi penerima bantuan sosial PBI tersebut .
Terkait persoalan keluarga miskin yang mendapat pelayanan kesehatan gratis yang tidak terdftar sebagai peserta KIS diakuinya tetap dibantu dengan menggunakan SKTM ( surat keterangan tidak mampu ) dari kades dan lurah
” Tahun 2022 yang lalu ada 328 masyarakat miskin yang berobat menggunakan SKTM dari kades dan lurah ” tuturnya
Diketahui dari rekapitulasi jumlah peserta dan kunjungan SKTM yang diserahkan kepada Bungonws tercatat 328 peserta yang dilayani di 19 puskesmas ( PKM ) dalam kabupaten Bungo dan tidak ada pelayanan melalui rumah sakit daerah dan swasta
Terkait persoalan program penurunan angka Stunting tahun 2022 diakui oleh Novalia Eka Putri , program tersebut di instansi nya di kelola melalui program KB ( keluarga Berencana )
” Untuk program penurunan angka Stunting dikelola melalui program KB yakni di bidang kesejahteraan keluarga. ” Tutur Novalia
Diakuinya bahwa tahun 2022 anggaran kegiatan bidang KB sebesar Rp. 4 miliar yang juga termasuk kegiatan penurunan angka Stunting dan kegiatan pembinaan dan operasional lainnya termasuk kegiatan sosialisasi dan publikasi ” pungkasnya
Diakhir perbincangan Novalia mengaku bahwa adanya dugaan Pemindahan buku dari rekening bendahara pengeluaran ke rekening pribadi bendahara Novalia mengaku bukan di era kepemimpinnya
Tunggu khabar selanjutnya fakta bansos melalui PBI ,KIS,Jamkesda ,Dumisake termasuk program penanganan Stunting dan kegiatan pembinaan keluarga berencana serta bansos anak terlantar,perlindungan ibu dan anak dan lainnya ( BN )


























Komentar