Diduga Kios Taman Terpadu Rimbo Bujang Dilokasi SD Diperjual Belikan

PERISTIWA1069 Dilihat

Bungonews net, TEBO – Taman Terpadu Rimbo Bujang ( TTRB ) yang sebelumnya di rencanakan untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) yang dibangun oleh rekan kontraktor menghabiskan anggaran sebesar Rp.2 Miliar sebagai kompensasi atau feed beck pembangunan ruko di areal tanah Pemda .

Kios permanen dilokasi taman terpadu eks SD

Menariknya ,tidak hanya anggaran feed back yang diragukan bisa menghabiskan anggaran milaran rupiah namun ternyata juga dibangun kios oleh rekanan yang diduga diperjual belikan dengan harga mulai Rp.140 juta hingga Rp. 150 juta

Kios sementara di badan jalan

Tidak hanya itu kuat dugaan bahwa di bagian belakang lokasi taman ,tepat dibadan jalan didepan SD 82 Wirotho Agung Rimbo Bujang dibangun puluhan kios sementara yang juga diduga di jual kepada pedagang dengan nominal sebesar Rp.5 juta hingga Rp.6 juta

Taman terpadu menghabiskan dana Rp.2 miliar

Dikonfirmasi persolan tersebut diakui oleh salah satu pedagang berinisial M yang juga warga Wirotho Agung membenarkan bahwa dilokasi kios permanen yang diduga di jual benar lokasi SD 194 Wirotho Agung dan lokasi SD 82 Wirotho Agung ” lokasi ini awalnya adalah lokasi SD yang akan dibangun RTH tapi ternyata Dibangun Taman Terpadu dan anehnya ada kios / ruko di bagian depan taman sehingga taman nya berada di belakang kios ” Tutur sumber .

 

Sepengetahuan saya pedagang bayar dengan rekanan  sebesar Rp. 140 juta sampai Rp.150 juta per kios , padahal itu adalah aset SD / Pemda yang mestinya Hak pakai atau hak guna bangunan bukan untuk diperjual belikan ” ujar sumber yang dibenarkan oleh pedagang lainnya (30/06/22)

Terkait kios sementara yang juga dijual sumber kepada pedagang sebesar Rp. 5 juta sampai Rp.6 juta per kios diakui oleh sumber berinisial ” U” kami bayar Rp.5 juta sampai Rp.6 juta per kios , untuk lebih jelasnya tanya saja dengan ketua RW ” ujar sumber

Sementara Bambang lurah Wirotho Agung dikonfirmasi perihal lokasi pembangunaan taman dan kios serta persoalan adanya dugaan praktek jual beli kios permanen dan kios sementara oleh oknum , beliau belum memberikan penjelasan ” Saya sedang diluar pak mau ke Jambi karena ada keluarga yang meninggal dunia , saya tidak begitu mengetahui masalah tersebut karena saya baru menjabat sebagai lurah ” Tuturnya sembari menjanjikan akan menghubungi Bungonews

Terkait lokasi dan dugaan diperjual belikan nya kios diakui oleh staf lurah Wirotho Agung , kami juga mendapat informasi tersebut namun untuk lebih jelasnya tanya saja dengan lurah ” sebut staf Wirotho Agung

Sementara Indra Yulaika ,S.Pd , kepsek SD 194 Wirotho Agung dikonfirmasi perihal lokasi SD dikatakannya ” Benar pak lokasi taman yang juga dibangun kios / ruko tersebut adalah lokasi SD 194 Wirotho Agung dan lokasi SD 82 Wirotho Agung , sekolah ini satu lokasi yang dipisahkan oleh pagar , saat ini lokasi SD 194 dan 82 Wirotho Agung sudah pindah , selanjutnya saya tidak tahu karena saya juga baru 7 bulan sebagai kepsek ” tuturnya via telpon (30/06/22)

Diminta APH mengusut dugaan jual beli kios permanen dan kios sementara serta persoalan aset SD yang dibangun taman dan kios tersebut ( BN)

Komentar