oleh

Peluang Bisnis BUMD Mati Suri , Dari 1000 Ekor hanya Terealisasi 100 Ekor Sapi ,Begini Ceritanya

Bungonews.net , Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) PT. Bungo Dani Mandiri Utama ( BDMU ) yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pendapatan daerah ( PAD ) ternyata hanya cerita kosong saja , bukti nya sejak beberapa tahun belakangan ini PT.BDMU selalu saja beralasan rugi sehingga tidak mampu lagi untuk menutupi biaya operasional dan gaji karyawan

Ketidak mampuan PT.BDMU ini dijadikan alasan oleh Plt.Direktur Utama memecat karyawan tanpa memberikan pasangon , gaji dan THR ( Kasus sedang dalam proses di Makamah Agung RI )

Hari ini Kamis ( 10/06/21) mengunjungi lokasi peternakan 1000 ekor pembibitan sapi yang berlokasi di MEE dusun Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko

Memasuki areal Peternakan yang tidak jauh dari pemukiman warga dusun Sepunggur , terlihat areal seluas 396 Hektar sudah ditanami sawit dan puing – puing bangunan berserakan , memasuki areal seluas kurang lebih 2 Hektar yang pagar beton di depan gerbang ditemukan papan yang bertuliskan PETERNAKAN PEMBIBITAN SAPI Desa Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko kerjasama antara PT.Citra Alam Semesta ( CAS ) dengan PT.Bungo Dani Mandiri Utama ( BDMU ) di Areal ini ditemukan sebanyak 121 Ekor sapi penggemukan

Teguh karyawan peternakan sapi kepada Bungo news mengakui ” Awalnya sapi yang di pelihara di lokasi tersebut 100 ekor sapi pembibitan , kini sapi pembibitan itu tidak ada lagi yang ada hanya sapi penggemukan sebanyak 121. ekor ” Ujarnya

Sementara Diki yang mengaku sebagai karyawan PT.CAS mengaku bahwa ia tidak tahu persis persoalan tersebut , ” Soal sapi pembibitan saya tidak tahu yang saya ketahui hanya sapi penggemukan sebanyak 121 ekor ,” Tutur nya mengawali perbincangan dengan Bungonews .

Diakui nya bahwa PT.CAS bekerjasama dengan PT.BDMU / BUMD. untuk penyediaan sapi hanya saja ia tidak mengetahui bentuk kerjasama yang dimaksudnya , ” Ada kerjasama antara PT.CAS dengan PT.BDMU pak saya tidak tahu persis bentuk kerjasama nya bagaimana ” Imbuhnya sembari mengakui bahwa PT.CAS menyewa aset lokasi kepada BUMD .

 

Persoalan kian menarik ketika adanya pengakuan bahwa areal disewakan , lantas investasi apa kah sebagai jaminan kerjasama antara PT.BDMU dengan PT.CAS ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas Bungonews mewawancarai salah seorang staf teknis Dinas Peternakan kabupaten Bungo , Sumber yang meminta identitas nya tidak dituliskan memaparkan

” Program Pembibitan Sapi antara PT.CAS dengan PT.BDMU ini dimulai sejak tahun 2016 yang lalu dengan target 1000 ekor sapi namun realisasi nya hanya kisaran 100 ekor sapi saja , awal nya sapi pembibitan yang sekarang menjadi sapi penggemukan ” ujar nya di awal perbincangan nya dengan Bungo news Via telpon ( 10/06/21)

Ini adalah peluang bisnis yang menjanjikan bagi perusahaan milik daerah kalau di sikapi serius namun tidak semudah membalikan telapak tangan buktinya progresnya sejak 5 tahun belakangan ini hanya mampu 100 ekor sapi saja , imbuhnya .

Lantas apakah kendalanya ? Sumber menjelaskan persoalan yang menghambat adalah masalah lokasi , karena BDMU tidak memiliki kemampuan untuk membebaskan lahan seluas 396 hektar yang kini hanya tinggal 2 Hektar di areal kandang saja .

Sumber menjelaskan bahwa selain membebaskan areal BDMU juga harus menyediakan pakan ternak berupa rumput namun rumput yang di tanami oleh pihak BDMU tidak berhasil.

Benarkah BDMU menyewaka lokasi ke PT.CAS ? sumber mengaku tidak mengetahui nya namun itu bisa saja terjadi karena tidak satu pun pola kerjasama yang berhasil di terapkan.

Sebenarnya pemerintah kabupaten Bungo memiliki areal peternakan yang tingkat dan resiko nya sangat minim yakni areal di kecamatan Pelepat Ilir ” Tutupnnya .

Tidak adanya kemampuan BDMU merealisasikan usaha ternak sapi 1000 ekor ini patut ditinjau ulang dan di cari solusi dan alternatif agar pola kerjasama dapat berjalan dengan baik sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat dan daerah , tunggu Khabar selanjutnya detail usaha ternak sapi BDMU dan permasalahan nya pada edisi berikut nya ( Pemred )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed