oleh

Tersandung kredit Fiktif , 4 Orang Saksi BRI Syariah Muara Bungo dan 1 Orang Saksi Ahli Akan Diperiksa Kejati Jambi

Bungonews.net , JAMBI – Satu persatu kasus Bank nakal di Bungo bakal berurusan dengan hukum , salah diantaranya Bank BRI Syariah Muara Bungo yang diduga terkait kredit Fiktif terus terungkap sehingga diketahui kerugian negara senilai Rp. 14 Miliar sejak tahun 2017 – 2019

Diakui Kasi Penkum Kejati Jambi ,Lexy Fatharany bahwa pihak untuk melengkapi berkas perkara penyidik Kejati Jambi segera memanggil 5 orang saksi , diantaranya 4 orang saksi dari pihak BRI Syariah yang mengerti perkreditan dan 1 orang saksi ahli.

“Setelah pemeriksaan nanti mudah-mudahan penyidik akan mendapatkan atau memperoleh keterangan yang cukup signifikan untuk menetapkan siapa tersangkanya,” Tuturnya ( 20/05)

Sebelumnya tim penyidik Kejaksaan negeri (Kejari) Bungo juga telah periksa sebanyak 48 orang nasabah yang namanya dipakai untuk kredit fiktif yang terjadi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah setempat yang telah merugikan keuangan negara senilai belasan miliar.

Tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan saksi dari nama-nama nasabah yang diajukan untuk dapatkan kredit namun tidak mereka terima sehingga ditemukan kerugian negara dalam kasus di BRI Syariah cabang Mara Bungo tersebut selama dua tahun.

Sejalan dengan pemeriksaan nasabah yang namanya dipakai atau diajukan sebagai persyaratan untuk mendapatkan kredit tersebut, pihak penyidik Kejari Bungo juga telah memeriksa beberapa orang pegawai BRI serta dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya Kejati Jambi umumkan penyidik Kejari Bungo sedang menangani kasus pemberian kredit muktiguna diduga fiktif pada Bank Raykat Indonesia (BRI) Syariah Cabang Muara Bungo selama tahun 2017-2019 yang merugikan negara sebesar Rp14 miliar, kata Lexy.

Penyelidikan kasus ini berawal dari adanya hasil audit BRI pusat bahwa ada penyalahgunaan prosedur terhadap pemberian kredit kepada 48 nasabah tanpa melalui prosedur yang benar dan tidak menjalankan prinsip sesuai perbankan, sehingga total kredit yang dicairkan mencapai puluhan miliar dan kerugian negara ditaksir Rp14 miliar ( BN .R.001/ DK )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed