Bungonews.net,Bungo-Setelah paket pembangunan lanjutan di RSUD Kuamang Kuning menyedot perhatian sejumlah perusahaan penyedia, kini giliran proyek pembangunan fasilitas kesehatan di RS Rantau Ikil yang ramai diburu rekanan.
Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo pada tahun anggaran 2026 mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya di RSUD Kuamang Kuning dan RS Rantau Ikil.
Di RSUD Kuamang Kuning, paket Pembangunan Lanjutan Poliklinik, Manajemen dan Gedung Penunjang memiliki pagu anggaran sebesar Rp5.466.590.000, dengan HPS Rp5.465.177.000.
Dalam proses tender, CV Deha ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak Rp5.011.098.142. Perusahaan tersebut berhasil melewati persaingan dua peserta yang masuk dalam tahapan akhir, yakni CV Dua Belas Putra dan CV Bungo Putra Mandiri.
Belum selesai sorotan terhadap proyek rumah sakit tersebut, perhatian kini beralih ke proyek di RS Rantau Ikil.
Paket Penunjang dan Gedung Instalasi Bedah RS Rantau Ikil memiliki pagu anggaran Rp1.935.910.000, dengan HPS sebesar Rp1.937.580.000.Hingga saat ini, paket tersebut masih dalam tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Berdasarkan tahapan tender, proses evaluasi berlangsung sejak 31 Juli 2026 hingga 2 September 2026.
Menariknya, proyek tersebut cukup ramai diminati perusahaan penyedia. Sejumlah perusahaan tercatat masuk dalam daftar penawaran dan terkoreksi, di antaranya:
CV Patmawati Jaya Mandiri
CV Pantai Pesisir
CV Putra Bintang
CV Andalas Jaya Putra
CV Sumatera Karya Mandiri
CV Falcon Utama
CV Arsya Agung Kencana
Ramainya peserta dalam proses tender tentu menunjukkan tingginya minat perusahaan terhadap paket pekerjaan pembangunan fasilitas kesehatan di Kabupaten Bungo.Namun, di tengah persaingan tersebut, proses evaluasi menjadi tahapan penting yang akan menentukan siapa perusahaan yang dinilai paling memenuhi persyaratan administrasi, kualifikasi, teknis serta harga sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Diharapkan proses tender berjalan terbuka, transparan, profesional dan tanpa intervensi, sehingga perusahaan yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang benar-benar merupakan penyedia yang memenuhi persyaratan dan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi serta waktu yang telah ditentukan.
Ketika dikonfirmasi terkait paket kegiatan tahun 2026 tersebut, PPK Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Hermanto, membenarkan adanya dua paket tender yang saat ini menjadi bagian dari kegiatan pembangunan fasilitas kesehatan.
“Yo bang, ado duo paket tender tahun iko di RSUD Kuamang Kuning dan RS Rantau Ikil. Untuk paket PL belum muncul,” tutur Hermanto.
Dengan masih berlangsungnya proses tender RS Rantau Ikil,yang masih menunggu hasil evaluasi dan siapa rekanan yang akhirnya ditetapkan sebagai pemenang. Pertanyaannya, apakah persaingan yang cukup ramai tersebut akan menghasilkan penyedia terbaik dengan harga yang paling menguntungkan bagi daerah, atau justru kembali menyisakan tanda tanya dalam proses pengadaan proyek kesehatan di Kabupaten Bungo? Kita tunggu dan pantau proses tender hingga penetapan pemenang dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. ( BN – war )




























Komentar