PETI Menjamur Dekat Asrama Brimob, Warga Minta APH Segera Bertindak

PERISTIWA12 Dilihat

Bungonews.net,BUNGO – Keberanian pelaku ilegal yang selalu melakukan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo, patut diacungi jempol. Pasalnya para pelaku PETI yang menggunakan Dompeng seakan merasa kebal hukum hingga dengan beraninya melakukan aktifitas ilegal itu tak jauh dari asrama Brimob yang berada di Kampung Tembang Cucur, Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media, tak jauh dari Asrama Brimob terdapat 7 unit rakit Dompeng yang sudah cukup lama beroperasi, namun sampai sekarang tidak ada tindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Ironisnya, tidak hanya melakukan aktifitas ilegal saja, beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa aktifitas PETI diwilayah itu diduga juga telah memakan korban jiwa, namun tidak juga mendapat perhatian atau penanganan baik dari pemerintah Kabupaten ataupun pihak berwajib.

Salah satu narasumber yang tidak mau namanya disebutkan dalam berita ini mengungkapkan, bahwa tujuh set Dompeng yang ada didekat asrama Brimob bekerja ditanah milik H. Amri.

Selain ada aktifitas Dompeng, disana juga ada satu unit alat berat merek Hitachi yang melakukan pengupasan untuk memudahkan pelaku – pelaku Dompeng dalam beraktifitas.

“Pemilik tanah kabarnya H Amri. Pemilik tanah menerima fee 20% dari setiap penghasilan yang diperoleh oleh pelaku ilegal,” ujar Narasumber.

Tidak hanya mengeluarkan fee untuk pemilik tanah, narasumber juga menyebutkan bahwa masih ada 5% fee yang harus dikeluarkan oleh para pelaku ilegal yang mana itu dikabarkan untuk uang keamanan.

“Ada juga kabarnya uang keamanan sekitar 5 persen, namun kemana dan siapa yang mengakomodir itu saya tidak tahu,” paparnya pula.

Semakin menjamurnya aktifitas PETI dengan menggunakan Dompeng didekat asrama Brimob, menurutnya akan sangat berdampak negatif dan jika hal ini tidak ditanggapi atau tidak disikapi oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo, maka tidak menutup kemungkinan kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan PETI akan merosot.

“Kami minta pemberantasan PETI jangan pandang bulu dan kami berharap Bapak Kapolres Bungo bisa turun langsung ke Tembang Cucur dan lihat langsung aktifitas ilegal dan melakukan razia,” tutupnya. (tim)

Komentar