Bungonews.net,Bungo-Dugaan belum dibayarkannya insentif Ketua RT di Dusun Sumber Harapan, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, selama empat bulan mulai menjadi sorotan. Di tengah kondisi tersebut, muncul pula pertanyaan terkait pengelolaan dana ketahanan pangan dan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Informasi itu disampaikan seorang sumber kepada Bungonews yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, para Ketua RT belum menerima insentif selama lebih dari empat bulan, sementara insentif yang bersumber dari pungutan Pendapatan Asli Desa (PAD) disebut telah dibagikan.
“Sudah lebih dari empat bulan Ketua RT tidak menerima gaji, sedangkan insentif dari pungutan PAD sudah dibagikan,” ujar sumber.
Tak hanya itu, sumber juga mempertanyakan realisasi program ketahanan pangan senilai ratusan juta rupiah yang diperuntukkan bagi usaha ayam petelur. Ia menilai perlu ada penjelasan mengenai perkembangan program tersebut. Selain itu, usaha toko penjualan pupuk dan pakan ternak yang dikelola desa juga dipersoalkan karena disebut tidak beroperasi secara normal.
Menanggapi hal tersebut, Rio Dusun Sumber Harapan, Sutejo, saat dikonfirmasi Bungonews melalui WhatsApp menyatakan bahwa sebagian persoalan yang dipertanyakan berasal dari masa pemerintahan sebelumnya.
“Banyak hal yang bukan di masa saya, Bang,” tulis Sutejo.
Ia juga menyampaikan bahwa Sekretaris Dusun dan bagian keuangan sedang berada di luar daerah sehingga belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci.
“Sekdus dan bagian keuangan sedang tidak ada di tempat, mereka ke Padang dan ke Jawa, jadi belum bisa konfirmasi saat ini,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Bungonews, Dana Desa Dusun Sumber Harapan Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp1.228.603.000 telah tersalurkan 100 persen. Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk pemeliharaan ambulans desa, pengadaan laptop, honorarium, penyusunan dokumen, internet desa, operasional pemerintahan, insentif guru mengaji, penanganan stunting, program ketahanan pangan sebesar Rp220.119.600, serta penyertaan modal BUMDes sebesar Rp5 juta.
Pada Tahun Anggaran 2024, Dusun Sumber Harapan menerima Dana Desa Rp1.122.982.000. Anggaran tersebut dialokasikan untuk renovasi dan meubelair Kantor Rio, pemeliharaan ambulans, pengadaan laptop, honor operator berbagai sistem desa, musyawarah desa, pengelolaan aset, operasional pemerintahan, penanggulangan stunting, insentif tenaga kesehatan dan guru mengaji, pemeliharaan pemakaman, pembangunan bronjong Jalan Nias, serta program ketahanan pangan sebesar Rp224.597.000.
Sementara pada Tahun Anggaran 2025, Dana Desa yang diterima mencapai Rp1.179.467.000, termasuk penyertaan modal BUMDes sebesar Rp235.893.600.
Di sisi lain, seorang pejabat internal Inspektorat Kabupaten Bungo yang dikonfirmasi Bungonews menyebutkan bahwa pihaknya akan memfokuskan pemeriksaan terhadap 28 desa/dusun yang melaksanakan Pemilihan Rio (Pilrio), termasuk Dusun Sumber Harapan.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap pengelolaan Dana Desa, realisasi program ketahanan pangan, operasional BUMDes, serta persoalan pembayaran insentif Ketua RT yang kini menjadi perhatian masyarakat. ( BN )
























Komentar