Hari Ini Bungo Teriak Banjir dan Longsor, BPBD Belum Update Data Korban Terdampak
Bungonews.net, Bungo – Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 02.00 WIB dini hari hingga sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (13/5/2026), menyebabkan sejumlah wilayah di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Bungo dilanda banjir dan longsor.
Jeritan warga ramai membanjiri media sosial seperti Facebook, TikTok, Instagram hingga WhatsApp. Warga saling membagikan kondisi terkini desa mereka yang terendam banjir, jalan putus akibat longsor hingga rumah warga yang terancam roboh.
Namun di tengah kondisi darurat tersebut, data resmi dampak bencana dari pemerintah daerah belum juga di Ufdate secara real time.
Hingga berita ini diterbitkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bungo belum memberikan informasi pasti terkait jumlah permukiman warga, fasilitas umum, tempat ibadah maupun lahan pertanian yang terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Bungo, Zainadi, yang dikonfirmasi Bungonews.net juga belum merespons pertanyaan yang disampaikan
.
Di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, warga Dusun Pekan Jumat harus berjibaku dengan banjir yang merendam rumah hingga setinggi pinggang orang dewasa.
“Kondisi Dusun Pekan Jumat banjir setinggi pinggang orang dewasa, beberapa rumah terendam dan dua rumah hampir roboh,” ujar Septian Arifin.
Bencana juga terjadi di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Longsor dilaporkan menutup akses jalan di Dusun Sungai Tembang.
“Di Dusun Sungai Tembang longsor juga,” tutur Novrizal singkat.
Sementara itu, kabar memilukan datang dari Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal. Rumah milik Ham Service dilaporkan tertimpa material longsor. Hingga kini belum diketahui secara pasti kondisi tiga anak yang disebut berada di dalam rumah saat peristiwa terjadi.
Di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, beberapa desa juga dilaporkan mulai terendam banjir. Selain itu, jalan utama dari Desa Pelayang menuju Limbur Lubuk Mengkuang masih tertutup material longsor sehingga menghambat akses masyarakat.
Keluhan warga turut datang dari Dusun Paninjau. Datuk Rio Paninjau, Afrizal, meminta perhatian serius pemerintah terhadap persoalan drainase yang dinilai menjadi penyebab banjir terus berulang setiap musim hujan.
“Kami berharap Gubernur Jambi, Bupati dan anggota DPRD segera memperbaiki drainase jalan, karena setiap hujan rumah warga selalu digenangi banjir,” tegasnya.
Hingga sore hari, warga di sejumlah wilayah masih bertahan menghadapi genangan banjir dan ancaman longsor susulan sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.( BN )





















Komentar