Bungonews.net, Bungo- Badan Penanggulangan bencana daerah ( BPBD ) kabupaten Bungo belakangan ini menjadi sorotan, mulai dari persoalan kendaraan dinas yang digadaikan oleh oknum hingga perseoalan minimnya ketersediaan anggaran evakuasi bencana pada tahun 2026 yang disinyalir telah terpakai untuk biaya perjalanan dinas
Kini publik menyorot anggaran kegiatan Bintek penanganan bencana sebanyak 30 orang yang dilaksanakan di Yogjakarr pada akhir tahun 2025 yang lalu.
Zainadi kepala BPBD kabupaten Bungo dikonfirmasi persoalan tersebut mengatakan ” Benar, pada tahun 2025 yang lalu ada kegiatan Bintek dan pelatiha. Pengkajia dan penghitungan pasca bencana “tuturnya kepada Bungonews (29/4/2026 )
Dijelaskannya pentingnya Bintek dan pelatihan tersebut
karena pengalaman kejadian Bencana Banjir ahir tahun 2023 dan awal tahun 2024 disaat Kabupaten Bungo terjadi Banjir ” Kita masih
kelabakan dalam membuat penghitungan dan pelaporan dampak dari banjir tersebut untuk itu semua OPD teknis perlu di beri pelatihan dan bimbingan teknis terhadap tugas dan fungsi masing- masing OPD teknis dalam membuat pengkajian dan penghitungan karena akan dilaporkan ke Pimpinan dan diteruskan ke Provinsi serta ke BNPB RI untuk diajukan permintaan Dana Hibah untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana tersebut ” Tuturnya menjelaskan
Dikatakannya kaitan dengan persoalan tersebut dan rencana perbaikan kerusakan pasca bencana pihak nya bersama instansi terkait dan bupati Bungo beraudensi dengan Deputi Rehabilitasi dan rekontruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) RI yang dilanjutkan dengan penginputan dan pengajian proposal ke BNPB. ” pungkasnya
( BN- war )


























Komentar