Setengah Miliar Tanpa Identitas: Siapa “Beking” di Balik Proyek Rehab SD 206/II Sungai Buluh?

BUNGO229 Dilihat

Bungonews.net, Bungo -Proyek rehabilitasi ruang kelas SD 206/II Sungai Buluh yang bersumber dari DAU–SG dengan nilai kontrak lebih dari setengah miliar rupiah justru dikerjakan secara gelap-gelapan. Hingga kini, papan proyek tidak dipasang, seolah-olah kontraktor ingin menyembunyikan identitas, nilai, durasi, hingga tanggung jawab hukum dari pekerjaan tersebut.

Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa proyek strategis ini dikerjakan oleh kontraktor asal Jambi, bukan kontraktor lokal Bungo.

“Kontraktornya bukan orang Bungo, proyek ini dari Jambi,” tegas Hapiz (14/11/2025).

Fakta ini menambah panjang daftar proyek pendidikan di Bungo yang berjalan tanpa transparansi dan tanpa disiplin regulasi. Ironisnya, Kabid Dikdas dan PPK Disdikbud Bungo selama ini selalu bicara tegas: kontraktor yang bekerja asal-asalan, tidak sesuai SOP, dan terlambat akan ditindak bahkan diputus kontraknya.

Namun realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Kontraktor tetap bekerja dengan santai, tanpa papan proyek, dan tanpa rasa takut terhadap sanksi. Lebih parah lagi, banyak proyek Disdikbud lainnya yang juga tertinggal jauh dari progres seharusnya, sementara waktu tersisa hanya kurang dari 60 hari kalender.

Di titik ini, pertanyaannya menjadi semakin tajam:Siapa yang memberi “payung” hingga kontraktor berani melanggar aturan terang-terangan?

Ada apa di balik proyek bernilai setengah miliar yang dikerjakan tanpa identitas?
Tidak dipasangnya papan proyek bukan sekadar kelalaian teknis,ini adalah indikasi kuat minimnya transparansi, lemahnya kontrol internal, dan potensi adanya permainan yang sengaja ditutupi.Publik berhak mempertanyakan:

Selama papan proyek tidak dipasang, selama kontraktor merasa kebal aturan, maka proyek ini akan terus menimbulkan kecurigaan dan aroma permainan siapa sebenarnya dibalik proyek tersebut ( BN )

 

Komentar