Bungonews.net, Bungo- Proyek Jalan Usaha Tani (JUT) di bawah Dinas TPHP Kabupaten Bungo kian menuai sorotan. Program yang setiap tahun menjadi “langganan pokir” dewan dengan dalih aspirasi masyarakat ini dinilai sarat kepentingan pribadi dan politis.
Belasan paket Pokir JUT tahun 2025 yang tersebar di sejumlah dusun dan kecamatan di Bungo diduga kuat dikerjakan oleh kontraktor langganan yang memiliki kedekatan dengan oknum anggota dewan dan penguasa daerah. Fakta ini memunculkan dugaan adanya persekongkolan proyek, fee politik, hingga penyalahgunaan lokasi proyek yang justru banyak berada di lahan pribadi dan kebun milik oknum dewan itu sendiri.
Kabid Perkebunan Dinas TPHP Bungo, Heri Setiawan, membenarkan progres proyek telah mencapai 95 persen.
“Sudah 95 persen progresnya, Bang,” ujar Heri saat dikonfirmasi Bungonews (12/11/2025).
Namun, temuan Bungonews di lapangan, Kamis (13/11/2025), justru menggambarkan hal berbeda. Di wilayah Kecamatan Pelepat dan Rimbo Tengah, sejumlah proyek tidak memasang papan proyek dan terlihat asal jadi. Banyak jalan yang hanya sebatas pembukaan lahan, tidak dipadatkan, bahkan sudah ditumbuhi rumput. Pada paket pengerasan klas C, sirtu terlihat sangat tipis, bahkan di beberapa titik tanpa kerikil sama sekali.
Sejumlah warga membenarkan bahwa jalan yang dibangun bukan akses pertanian masyarakat, melainkan menuju kebun pribadi milik oknum dewan.
“Kami tidak tahu itu proyek pemerintah, yang kami tahu jalan itu ke kebun anggota dewan, Pak,” ungkap salah seorang warga sembari menyebut nama oknum yang dimaksud.
Dari hasil penelusuran, 17 perusahaan pelaksana proyek JUT diduga memiliki hubungan emosional dan kedekatan khusus dengan oknum dewan serta pihak yang berkuasa di daerah. Mereka juga disebut sering menominasi proyek PL dan tender di instansi lain.
Berikut daftar perusahaan pelaksana proyek Pokir JUT Kabupaten Bungo tahun 2025:
1. CV. Bungo Tanjung Perkasa –JUT Desa Rantau Duku
2. CV. Sekhanti – JUT Desa Rantau Duku
3. CV. Afif Electric – JUT Desa Rantel
4. CV. Jaya Bersama – JUT Rimbo Tengah
5. CV. Endrotama Engineering – JUT Desa Purwasari
6. CV. Ayu Vitria – JUT Desa Pulau Batu
7. CV. Zafran Jaya Sejahtera – JUT Kecamatan Pelepat
8. CV. Endrotama Engineering – JUT Desa Lembah Kuamang
9. CV. Alfhry Teknik – JUT Desa Sungai Lilin
10. CV. Bungo Sejahtera Mandiri – JUT Desa Dwi Karya Bakti
11. CV. Bungo Sejahtera Mandiri – JUT Perkebunan Desa Rantau Keloyang
12. CV. Rizky Jaya Makmur – JUT Desa Baru Pusat Jalo
13. CV. JA Konstruksi – JUT Desa Air Gemuruh
14. CV. Reformasi Dua – JUT Desa Balai Jaya
15. CV. Putra Merangin – JUT Desa Renah Sungai Ipuh
16. CV. Fatmawati Jaya Mandiri – JUT Desa Dusun Lubuk
17. CV. Ayu Vitria – JUT (lokasi tidak disebutkan)
Deretan nama tersebut memperkuat dugaan adanya sindikasi proyek Pokir yang dikoordinasikan secara sistematis untuk mengamankan kepentingan politik dan ekonomi segelintir elite.
Terkait persoalan proyek Pokir dewan di instansi pemerintah di kabupaten Bungo baik di Dinas Kesehatan,dinas PUPR , Dinas Pendidikan dan lainnya termasuk Pokir JUT di TPHP kabupaten Bungo ditanggapi serius oleh pemerhati pembangunan dan gerakan anti korupsi kabupaten Bungo” Sangat miris bang segalo dijadikan Pokir, tidak hanya proyek yang bersumber APBD proyek DAU – SG pun dijadikan Pokir , masalah ini sudah berlarut -larut dibiarkan ,untuk kali ini akan kita persoalkan Pokir dewan ini terutama JUT akan kita buat lapdu nya bang ” Tutur JP pria yang dikenal vokal dan gencar menyorot penyimpangan penggunaan duit daerah diwilayah Jambi
Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum (APH) untuk meninjau ulang regulasi, kualitas pekerjaan, dan dugaan konflik kepentingan dalam proyek Pokir JUT di Kabupaten Bungo agar uang rakyat tidak terus mengalir ke kebun pribadi oknum berkuasa
. ( tim )


























Komentar