Revitalisasi Sekolah Jangan Jadi Ajang “Asal Jadi”

oleh : Azwari

Bungonews.net, Bungo- iniRevitalisasi sekolah kejuruan adalah proyek ambisius pemerintah. Anggarannya besar, tujuannya mulia: mencetak lulusan SMK yang terampil dan siap kerja. Namun, apa jadinya jika proyek ini hanya dijalankan sebatas formalitas, asal ada bangunan, tanpa memperhatikan mutu dan transparansi?

Kasus di SMKN 8 Bungo seolah menjadi potret buruknya pengelolaan anggaran negara di sektor pendidikan. Papan proyek yang kosong dari informasi wajib, pondasi yang dikerjakan seadanya, hingga material bangunan berkualitas rendah menunjukkan indikasi kuat bahwa proyek ini tidak dijalankan sesuai aturan. Lebih parah lagi, pekerja yang dipekerjakan berasal dari luar daerah, tanpa alat pelindung diri, seakan proyek ini bukan hanya abai terhadap aturan, tapi juga terhadap keselamatan manusia.

Pertanyaan mendasar pun muncul: kemana peran pengawasan? Apakah Dinas Pendidikan Provinsi Jambi benar-benar turun ke lapangan, atau hanya menandatangani laporan di atas meja? Program sebesar revitalisasi SMK tidak seharusnya dibiarkan berjalan tanpa pengawasan ketat, apalagi jika menggunakan dana APBN yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Ketertutupan informasi dalam proyek ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ia bisa dibaca sebagai upaya sistematis untuk menutupi penyimpangan. Publik wajar mencurigai adanya permainan antara pihak sekolah, pelaksana proyek, dan mungkin juga oknum-oknum lain yang seharusnya bertugas mengawasi. Jika dugaan ini benar, maka revitalisasi bukan lagi program pendidikan, melainkan ladang bancakan.

Ironisnya, masyarakat sekitar yang seharusnya ikut merasakan manfaat justru dipinggirkan. Tenaga kerja lokal tidak dilibatkan, sementara uang negara mengalir entah ke mana. Bukankah tujuan pembangunan adalah memberdayakan lingkungan sekitar? Jika ini pun diabaikan, maka jelas proyek ini kehilangan ruh sosialnya.

Pemerintah pusat perlu memberi perhatian serius. Jika tidak ada tindakan tegas, maka revitalisasi sekolah hanya akan melahirkan bangunan rapuh yang sebentar lagi ambruk, baik secara fisik maupun moral. Kita tidak sedang membicarakan sekadar gedung sekolah, tapi masa depan generasi muda yang dikorbankan oleh mental proyek “asal jadi”.

Revitalisasi pendidikan seharusnya membangun kualitas, bukan menambah daftar kasus dugaan korupsi dan manipulasi. Jangan biarkan SMKN 8 Bungo menjadi bukti bahwa dana pendidikan hanyalah bancakan baru bagi segelintir orang ( Redaksi )

 

Komentar