Miliaran Temuan Dana Desa di Bungo Dibiarkan, Diminta Bupati Bungo Ambil Tindakan

BUNGO1040 Dilihat

Bungonews.net, Bungo – Miliaran temuan dana desa dikabupaten Bungo sejak beberapa tahun yang lalu  dibiarkan tanpa ada tindakan dari Inspektorat dan APH

Tidak adanya tindakan Inspektorat ini  membuktikan bahwa temuan  dana desa yang merugikan negara tersebut sebelumnya diakui oleh penguasa sebelumnya , Syafrudin Dwi Aprianto disaat menjabat sebagai wakil bupati Bungo beberapa tahun yang lalu dengan yakin dan percaya diri tanpa ragu – ragu menegaskan bahwa temuan  dana desa akan ditindak lanjuti dan bahkan akan direkomendasikan ke APH setelah 60 hari terhitung LHP di terbitkan

Dikatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui dan memiliki desa mana saja yang ditemukan penyimpangan sejak tahun 2015 – 2021  bahkan para mantan kepala desa yang sudah kabur pun sudah diketahui keberadaannya

” Kita sudah sepakat akan merekomendasikan ke APH bila batas waktu yang diberikan tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah desa ” tegas Apri  usai memimpin rapat koordinaasi dengan sejumlah kades ( datuk rio red ) di Kantor Inspektorat kabupaten Bungo  beberapa waktu yang lalu

Pernyataan orang nomor dua di Bungo  dikalah itu ternyata hanya gertak sambal dan hanya life service saja hal ini terbukti tidak satupun temuan dana desa di rekomendasikan ke APH padahal temuan LHP tidak ditindak lanjuti

Salah satu pemuda Bungo inisial AD mengatakan, bahwa pihaknya menduga ada permainan di tubuh inspektorat Bungo, makanya kasus temuan itu dinilai jalan ditempat.

“Ada apa dengan inspektorat Bungo? Kalau memang serius, laporkan kepada pak Bupati dan serahkan semua data-data temuan dana desa itu kepada APH, biar APH lagi yang memproses temuan-temuan dugaan korupsi dana desa tersebut,” tegas AD.

“Belum lagi temuan yang 2022 sampai 2024, kami minta kepada pihak Inspektorat jangan sampai menutupi masalah temuan dana desa maupun temuan instansi Dinas-Dinas yang ada di Kabupaten Bungo ini,” pungkasnya.

Menariknya, ketika persoalan ini di konfirmasi tidak sedikit oknum datuk rio ( kades red ) tidak meresfon bahkan terkesan menutup- nutupi dan menghindar setiap kali ditanya realisasi APBDus dan realisasi DD di desa nya , bahkan  ada juga perangkatnya bersikap arogan bak preman  mencoba mengintimidasi awak media , hal ini terjadi di beberapa desa di kecamatan Pelepat Ilir.

Diminta kepada bupati Bungo yang baru H.Dedy Putra, SH , M.Kn menegaskan Inspektorat Bungo untuk bekerja dengan benar serta menindaklanjuti temuan LHP dan bagi desa – desa yang membandel di rekomendasikan ke APH

Kepada APH pun diminta untuk  menindak lanjuti laporan dugaan ( Lapdu ) yang disampaikan oleh masyarakat agar kepercayaan publik terhadap APH pun tidak memudar sebagaimana yang terjadi disaat ini

( BN- war )

Komentar