ABSTRAK
Sumber google menyebutkan bahwa dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta harmoni pendidikan adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Perkembangan Iptek memberikan dampak signifikan terhadap pendidikan, baik dari segi metode pembelajaran, akses informasi, maupun efektivitas proses belajar mengajar. Sebaliknya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dan penggunaan Iptek yang bertanggung jawab.
Demikian juga dengan harmoni Pendidikan dijelaskan bahwa sebuah proses pengajaran dalam menciptakan pemahaman timbal balik di antara siswa tanpa prasangka dan pemikiran negatif yang memungkinkan mereka untuk mencegah konflik yang muncul. Harmoni Pendidikan dianggap sebagai model pendidikan karakter yang lengkap karena memiliki buku panduan dengan proses terintegrasi dalam kurikulum, guru yang mengajarkannya, dan bahkan terdapatnya kebijakan pendukung. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pendidikan mencakup berbagai bentuk pembelajaran seperti pendidikan dasar, humanistik, teknik, kejuruan, keuangan, sosial, dan IPTEK. Keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru yang mampu mengajar efektif dan memahami kebutuhan siswa. Pendidikan berkualitas juga menekankan perkembangan sosial, emosional, mental, fisik, dan kognitif siswa, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yakni menekankan pendidikan inklusif dan merata serta kesempatan belajar sepanjang hayat. Upaya berbagai pihak untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, dengan peran penting dari Pemerintah dalam mencermati dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting diimplementasikan dalam menciptakan harmoni Pendidikan berkelanjutan.
Kata kunci: dinamika, iptek, harmoni Pendidikan.
Dinamika Iptek dalan Pendidikan
Banyak kalangan menyatakan bahwa Pendidikan berbasis sains dan teknologi merupakan bekal masa depan bangsa. Fakta realita dilapangan yang kita hadapi memang demikian. Hal itu sejalan dengan laju perkembangan globalisasi dan peralihan menuju era Society 5.0. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) telah menjadi faktor utama dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi, bekerja, dan belajar menegaskan pentingnya pendidikan yang responsif terhadap kemajuan Iptek. Realitas dilapangan juga membuktikan bahwa pendidikan kini dititikberatkan pada sains dan teknologi. Tidak hanya menyiapkan individu untuk memasuki dunia kerja namun tidak kalah pentingnya adalah membentuk masyarakat yang inovatif serta memiliki daya saing di tingkat global. Data dari UNESCO menyebutkan bahwa keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, kreativitas, dan literasi teknologi, sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika dunia kerja masa depan (UNESCO, 2020). Beberapa ciri yang kini kita temukan dilapangan bahwa penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi idealnya dimulai sejak jenjang pendidikan dasar. Kurikulum dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) mendorong siswa untuk mengembangkan pola pikir ilmiah dan terbiasa dengan eksperimen serta kegiatan berbasis proyek. Kondisi umum permasalahan sektor Iptek dinilai belum cukup memadai secara kemampuan nasional dalam penguasaan dan pemanfaatannya untuk mendukung peningkatan daya saing. Hal tersebut ditunjukkan dengan rendahnya kontribusi Iptek di sektor produksi, belum efektifnya mekanisme intermediasi, lemahnya sinergi kebijakan, belum berkembangnya budaya Iptek di masyarakat serta terbatasnya sumber daya Iptek (Adisaputro, S. E., 2020). Selain itu ekosistem inovasi belum juga sepenuhnya tercipta sehingga proses hilirisasi dan komersialisasi hasil litbang terhambat. Iptek berkembang diberbagai bidang, salah satunya di dalam dunia pendidikan. Segala bentuk proses pembelajaran dapat dilakukan dengan mudah. Keterampilan teknologi digital dalam pendidikan lebih efektif, pendidik perlu memperbaiki pemanfaatan teknologi digital dalam praktik pendidikan mereka (Zeehan, 2020). Kemampuan Iptek sebagai faktor premier ekonomi menjadi tolak ukur kekuatan bangsa menggantikan modal, lahan dan energi untuk peningkatan daya saing (Dadan, 2021). Pengembangan Iptek juga menopang kemajuan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan. Karena itu peran Iptek sangat penting ditingkatkan dengan berkelanjutan.. Target pemerintah pada tahun 2045 dengan kontribusi Iptek pada PDB sebesar 1,5 sampai dengan jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai pusat Iptek Asia Pasifik, khususnya dalam kemaritiman biodiverfitas (Dadan, 2021). Adapun I Gede Wenten (2022), Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN, memberikan gambaran kondisi pola pengembangan Iptek di Indonesia. Menurutnya kondisi pola pengembangan Iptek di Indonesia saat ini tengah mengalami krisis. Krisis pada sektor Iptek tersebut menjadi salah satu isu strategis nasional yang berperan sebagai dasar dalam penentuan arah kebijakan dan strategi yang juga tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Dalam dokumen RPJPN 2005-2025, pengembangan Iptek diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) dan kemanfaatan Iptek nasional mendukung peningkatan daya saing secara global, reformasi kelembagaan penelitian dan pengembangan yang didukung oleh penguatan infrastruktur sarana dan prasarana Iptek serta fleksibilitas pembiayaan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Perkembangan iptek yang terjadi dalam kurun waktu satu abad terakhir ini telah menciptakan disrupsi dan perubahan-perubahan besar di tengah masyarakat dunia utamanya sektpr pendidikan. Penelitian dan pengembangan iptek saat ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kegiatan yang terisolasi dari dinamika sosial/ekonomi, sehingga banyak institusi dan perusahaan-perusahaan kini mengembangkan iptek melalui inovasi bahkan hingga lintas negara. Pada akhirnya kemajuan teknologi telah membantu mengatasi keterbatasan akses pendidikan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Di samping itu, pendidikan berbasis teknologi juga memungkinkan penyebaran informasi dan materi pendidikan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan metode konvensional. Buku-buku elektronik (e-book), video pembelajaran, dan podcast pendidikan menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan buku cetak, sehingga memberikan kesempatan bagi siswa dengan keterbatasan ekonomi untuk tetap memperoleh pendidikan berkualitas. Dinamika teknologi dalam pendidikan akan semakin mendorong penerapan ketrampilan abad 21 pada murid. Sebab literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting di era digital ini. Dengan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa dilatih untuk memahami cara kerja teknologi, mengevaluasi informasi secara kritis, dan menggunakannya secara etis. Kemudian adanya efesiensi dalam proses pembelajaran. Melalui teknologi akan semakin mempermudah kolaborasi antara siswa dan guru, baik secara langsung maupun jarak jauh.
Harmoni Pendidikan
Di era digital yang semakin maju, terlihat dengan jelas bahwa ada keterikatan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan nilai-nilai etika dan moral. Peran etika dan moral dalam menjaga harmoni dalam penggunaan dan perkembangan iptek di tengah masyarakat yang semakin terhubung denga massif tersebut tetap harus menjunjung tinggi nilai-nila harmoni pendididikan. Keberadaan etika dan moral tidak dapat diabaikan dalam memahami dan mengaplikasikan iptek. Sebagaimana kita ketahui bahwa era digital banyak memberikan memberikan kemudahan-kemudahan. Kemajuan teknologi yang luar biasa tersebut perlu dijaga dengan penggunaan iptek agar tidak melampaui batas etika dan moralitas. Etika dan moral berperan penting dalam penelitian dan pembaruan iptek. Saat ini, banyak penelitian menggunakan data pribadi pengguna sebagai bahan penelitiannya. Pendidikan mengenai etika dan moral di dunia teknologi perlu diperkenalkan sejak dini. Etika dan moral adalah dua konsep yang sering digunakan dalam konteks perilaku manusia. Etika adalah seperangkat prinsip dan nilai yang mengatur tindakan dan perilaku manusia dalam situasi tertentu. Etika bertujuan untuk menentukan apa yang benar dan salah, baik dan buruk berdasarkan standar yang ditetapkan oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Etika juga melibatkan analisis tentang alasan mengapa suatu tindakan dianggap benar atau salah. Moral, di sisi lain, mengacu pada kesadaran individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah. Moral lebih fokus pada nilai-nilai dan keyakinan individu yang menjadi dasar dari tindakan dan perilaku mereka. Moral seringkali dipengaruhi oleh keyakinan agama, budaya, dan pengalaman pribadi. Seiring dengan perubahan model pembelajaran dengan penerapan “deep learning” yang identic dengan pembelajaran mendalam maka pengembangan kurikulum harus terus dilakukan sesuai perkembangan Iptek. Pengembangan kurikulum dalam pendidikan karakter syogianya harus berbasis pada kearifan lokal. Di beberapa daerah banyak kita lihat lembaga bergerak dalam pembangunan pendidikan melalui kearifan local yang identic dengan pendidikan harmoni yang lazimnya sering dijadikan bahasa bersama.Pendidikan Harmoni merupakan salah satu model atau konsep pendidikan di daerah yang memiliki potensi anacaman terhadap nilai- kedamaian. Konsep pendidikan ini dibangun dengan menggali warisan budaya dan kearifan lokal yang menjadi contoh kehidupan yang rukun, damai dan dijadikan bahan pelajaran untuk masyarakat setempat. Guru diharapkan mampu menemukan tema-tema pembelajaran kontekstual dalam aktivitas kegiatan pembelajaran, agar pendidikan harmoni bisa berjalan dan semakin kaya. Untuk terciptanya pendidikan harmoni, perlu ada komunikasi atau penyelarasan antara apa yang sedang dilakukan sekolah dengan apa yang harus dipraktikan dirumah. Adanya konsistensi dan keberlanjutan pengembangan karakter di rumah dan di sekolah, akan menolong siswa dalam menguasai dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan harmoni, suasana harmoni hanya dapat dibangun apabila semua anggota kelompok sadar, mau terlibat dan bekerjasama. Karena itu untuk penerapan pendidikan harmoni, mereka membuat bahasa bersama. Pencarian bahasa bersama tersebut dilakukan dengan cara mendialogkan antara butir-butir karakter yang telah disarikan dari berbagai kearifan setempat, dengan harapan tentang keadaan masyarakat yang ingin ditingkatkan agar menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak. Bahasa bersama yang meringkaskan karakter-karakter harmoni tersebut meliputi: harmoni diri, harmoni sesama dan harmoni alam. Harmoni diri merupakan refleksi dari harmoni yang lebih tinggi yaitu harmoni pada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi dasar bagi pelaksanaan harmoni lainnya, yaitu harmoni sesama dan harmoni alam. Penilaian harmoni berguna untuk mengajarkan anak berbuat kebaikan bukan karena takut dihukum atau takut dipukul, namun karena atas kesadran dirinya sendiri. Melalui pendidikan harmoni, guru sudah tidak perlu lagi mendidik siswa dengan kekerasan, tetapi dengan memberikan penghargaan, karena dengan kekerasan hanya akan menimbulkan rasa takut. Untuk mengembangkan nilai kearifan lokal yang diwujudkan dalam pembelajaran berbasis pendidikan harmoni oleh guru di sekolah harus dimulai dengan berupaya mengembangkan kedamaian batin, selalu berfikir positif dalam menghadapi setiap rintangan dan senantiasa berorientasi pada pencarian kebenaran dalam ragam budaya dengan mengapresiasi nilai kearifan lokal tersebut secara bersama dalam damai dan harmoni.
Integritas Harmoni Pendidikan
Negara kita kaya akan keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya . Keberagaman menjadi kekuatan besarnamun juga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Sejalan dengan itu maka memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni sosial dan membangun masyarakat yang inklusif yakni dengan Pendidikan multicultural. Dengan Pendidikan multiculturalah para generasi muda dapat dibentuk agar lebih memahami, menghargai serta menghormati perbedaan yang ada di sekitar mereka. Pendidikan multikultural merupakan pendekatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keberagaman dalam sistem pembelajaran. Melalui pendidikan multikultural, siswa dapat belajar tentang toleransi, keadilan sosial, serta pentingnya hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang majemuk. Dengan adanya kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas, sekolah dapat menjadi tempat efektif untuk membentuk karakter siswa yang menghormati perbedaan dan mempromosikan persamaan hak. Pendidikan multikultural bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap individu merasa dihargai tanpa memandang latar belakangnya. Diharapkan dengan menerapkan pendekatan ini, generasi mendatang dapat tumbuh menjadi individu yang lebih toleran, peka terhadap keadilan sosial, dan siap menghadapi tantangan global dengan perspektif yang lebih luas. Pendidikan multicultural juga dapat menjadi alat untuk mengurangi diskriminasi dengan mengajarkan siswa untuk menghargai keberagaman budaya, ras, dan agama. Sebagaimana kita ketahui bahwa integritas merupakan salah satu nilai yang tak ternilai dalam profesi pendidik. Sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi masa depan, pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam membangun fondasi moral, sosial, dan intelektual siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang peran integritas dalam profesi pendidik, kita dapat menghargai nilai-nilai yang mendasari pendidikan yang berkualitas dan memahami bagaimana integritas pendidik dapat membentuk masa depan pendidikan yang lebih inklusif, beretika, dan berkelanjutan (Pujiono, 2020). Lingkungan pendidikan yang kompleks dan dinamis saat ini, menjaga dan memperkuat integritas dalam profesi pendidik menjadi semakin penting. Tantangantantangan seperti tekanan kinerja, pengaruh media sosial, dan perubahan dalam tuntutan dan harapan masyarakat memperumit tugas-tugas sehari-hari pendidik. Namun, melalui komitmen yang kokoh terhadap nilai-nilai moral dan etika, pendidik dapat menjelma menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan membentuk masa depan pendidikan yang lebih baik (Cornelius, 2023). Integritas bukan hanya tentang kejujuran atau keadilan, tetapi juga mencakup tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip etis yang tinggi (Sirait, 2024). Fakta dan realita membuktikan bahwa indeks integritas Pendidikan nasional jeblok hal itu sesuai temuan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Peluncuran indeks ini digelar secara hybrid di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis (24/04/2025), sekaligus menjadi momen Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi. Sumber Times Indonesia juga menyebutkan KPK resmi merilis Indeks Integritas Pendidikan 2024, sebagai hasil dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang tahun ini menjangkau lebih luas, yakni hingga tingkat kabupaten/kota. Dengan nilai nasional 69,50, dunia pendidikan Indonesia saat ini masih berada di zona “korektif”. KPK juga menyebutkan bahwa SPI Pendidikan 2024 menjangkau 36.888 satuan pendidikan di 507 kabupaten/kota dan melibatkan 449.865 responden dari berbagai kalangan: siswa, mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, hingga kepala satuan pendidikan. Tiga dimensi utama yang disurvei meliputi karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola pendidikan. Sejak pertama kali dilakukan pada 2021, SPI Pendidikan terus disempurnakan, baik dari sisi metodologi maupun cakupan. Tahun ini, hasilnya diharapkan bisa menjadi landasan kebijakan dan refleksi menyeluruh dalam membenahi dunia pendidikan Indonesia.
Karena itu Pendidikan karakter merupaka elemen penting yang penting diperhatikan dalam upaya memperkuat identitas suatu bangsa. Pendidikan berkarakter sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital yakni dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Perilaku positif dan penting dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan di zaman digital yakni dengan membangun moral dan etika digital yang kuat. Selanjutnya adalah mengembangkan keterampilan sosial dan professional. Keterampilan adalah pengembangan pengetahuan yang dihasilkan dari proses pendidikan. Tidak kalah pentingnya adalah membentuk pemikiran kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah, isu, proyek, atau masalah yang perlu dievaluasi; mengidentifikasi poin-poin yang perlu diperbaiki serta memberikan penjelasan mengapa poin-poin tersebut dievaluasi. Karena itu pendidikan nilai sangat penting diterapkan disekolah. Pendidikan nilai merupakan proses pengajaran dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan perilaku, sikap, dan moral individu. Nilai-nilai yang dibicarakan dalam pendidikan nilai dapat mencakup etika, moralitas, tanggung jawab sosial, empati, kejujuran serta berbagai bentuk lpositif lainnya. Pendidikan nilai disekolah bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan integritas. Pendidikan nilai sangat penting diterapkan disekolah sebagai pembentukan karakter siswa, mempersiapkan mereka dalam kehidupan sosial, menangkal perilaku negative. Pendidikan nilai dapat menjadi alat efektif untuk menangkal perilaku negatif seperti bullying, intoleransi, dan kebiasaan buruk lainnya. Melalui pendidikan nilai, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan dan menjalani kehidupan dengan sikap positif. Implementasi pendidikan nilai di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan strategi. Beberapa cara yang efektif dalam penerapan pendidikan nilai adalah inklusi dalam kurikulum, keteladanan guru dan staf, kegiatan extrakurikuler, lingkungan sekolah yang ramah dan berkarakter. Kegiatan proyek sosial dan layanan masyarakat yang melibatkan
Dinamika Iptek dan Harmoni Pendidikan
Oleh: Nelson Sihaloho
Guru SMPN 11 Kota Jambi
PD.ABKIN Provinsi Jambi Bid.Publikasi Ilmiah (Anggota)
ABSTRAK
Sumber google menyebutkan bahwa dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta harmoni pendidikan adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Perkembangan Iptek memberikan dampak signifikan terhadap pendidikan, baik dari segi metode pembelajaran, akses informasi, maupun efektivitas proses belajar mengajar. Sebaliknya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dan penggunaan Iptek yang bertanggung jawab.
Demikian juga dengan harmoni Pendidikan dijelaskan bahwa sebuah proses pengajaran dalam menciptakan pemahaman timbal balik di antara siswa tanpa prasangka dan pemikiran negatif yang memungkinkan mereka untuk mencegah konflik yang muncul. Harmoni Pendidikan dianggap sebagai model pendidikan karakter yang lengkap karena memiliki buku panduan dengan proses terintegrasi dalam kurikulum, guru yang mengajarkannya, dan bahkan terdapatnya kebijakan pendukung. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pendidikan mencakup berbagai bentuk pembelajaran seperti pendidikan dasar, humanistik, teknik, kejuruan, keuangan, sosial, dan IPTEK. Keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru yang mampu mengajar efektif dan memahami kebutuhan siswa. Pendidikan berkualitas juga menekankan perkembangan sosial, emosional, mental, fisik, dan kognitif siswa, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yakni menekankan pendidikan inklusif dan merata serta kesempatan belajar sepanjang hayat. Upaya berbagai pihak untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, dengan peran penting dari Pemerintah dalam mencermati dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting diimplementasikan dalam menciptakan harmoni Pendidikan berkelanjutan.
Kata kunci: dinamika, iptek, harmoni Pendidikan.
Dinamika Iptek dalan Pendidikan
Banyak kalangan menyatakan bahwa Pendidikan berbasis sains dan teknologi merupakan bekal masa depan bangsa. Fakta realita dilapangan yang kita hadapi memang demikian. Hal itu sejalan dengan laju perkembangan globalisasi dan peralihan menuju era Society 5.0. Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) telah menjadi faktor utama dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi, bekerja, dan belajar menegaskan pentingnya pendidikan yang responsif terhadap kemajuan Iptek. Realitas dilapangan juga membuktikan bahwa pendidikan kini dititikberatkan pada sains dan teknologi. Tidak hanya menyiapkan individu untuk memasuki dunia kerja namun tidak kalah pentingnya adalah membentuk masyarakat yang inovatif serta memiliki daya saing di tingkat global. Data dari UNESCO menyebutkan bahwa keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, kreativitas, dan literasi teknologi, sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika dunia kerja masa depan (UNESCO, 2020). Beberapa ciri yang kini kita temukan dilapangan bahwa penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi idealnya dimulai sejak jenjang pendidikan dasar. Kurikulum dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) mendorong siswa untuk mengembangkan pola pikir ilmiah dan terbiasa dengan eksperimen serta kegiatan berbasis proyek. Kondisi umum permasalahan sektor Iptek dinilai belum cukup memadai secara kemampuan nasional dalam penguasaan dan pemanfaatannya untuk mendukung peningkatan daya saing. Hal tersebut ditunjukkan dengan rendahnya kontribusi Iptek di sektor produksi, belum efektifnya mekanisme intermediasi, lemahnya sinergi kebijakan, belum berkembangnya budaya Iptek di masyarakat serta terbatasnya sumber daya Iptek (Adisaputro, S. E., 2020). Selain itu ekosistem inovasi belum juga sepenuhnya tercipta sehingga proses hilirisasi dan komersialisasi hasil litbang terhambat. Iptek berkembang diberbagai bidang, salah satunya di dalam dunia pendidikan. Segala bentuk proses pembelajaran dapat dilakukan dengan mudah. Keterampilan teknologi digital dalam pendidikan lebih efektif, pendidik perlu memperbaiki pemanfaatan teknologi digital dalam praktik pendidikan mereka (Zeehan, 2020). Kemampuan Iptek sebagai faktor premier ekonomi menjadi tolak ukur kekuatan bangsa menggantikan modal, lahan dan energi untuk peningkatan daya saing (Dadan, 2021). Pengembangan Iptek juga menopang kemajuan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan bangsa secara berkelanjutan. Karena itu peran Iptek sangat penting ditingkatkan dengan berkelanjutan.. Target pemerintah pada tahun 2045 dengan kontribusi Iptek pada PDB sebesar 1,5 sampai dengan jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai pusat Iptek Asia Pasifik, khususnya dalam kemaritiman biodiverfitas (Dadan, 2021). Adapun I Gede Wenten (2022), Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN, memberikan gambaran kondisi pola pengembangan Iptek di Indonesia. Menurutnya kondisi pola pengembangan Iptek di Indonesia saat ini tengah mengalami krisis. Krisis pada sektor Iptek tersebut menjadi salah satu isu strategis nasional yang berperan sebagai dasar dalam penentuan arah kebijakan dan strategi yang juga tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Dalam dokumen RPJPN 2005-2025, pengembangan Iptek diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) dan kemanfaatan Iptek nasional mendukung peningkatan daya saing secara global, reformasi kelembagaan penelitian dan pengembangan yang didukung oleh penguatan infrastruktur sarana dan prasarana Iptek serta fleksibilitas pembiayaan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Perkembangan iptek yang terjadi dalam kurun waktu satu abad terakhir ini telah menciptakan disrupsi dan perubahan-perubahan besar di tengah masyarakat dunia utamanya sektpr pendidikan. Penelitian dan pengembangan iptek saat ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kegiatan yang terisolasi dari dinamika sosial/ekonomi, sehingga banyak institusi dan perusahaan-perusahaan kini mengembangkan iptek melalui inovasi bahkan hingga lintas negara. Pada akhirnya kemajuan teknologi telah membantu mengatasi keterbatasan akses pendidikan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Di samping itu, pendidikan berbasis teknologi juga memungkinkan penyebaran informasi dan materi pendidikan dengan biaya yang lebih murah dibandingkan metode konvensional. Buku-buku elektronik (e-book), video pembelajaran, dan podcast pendidikan menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan buku cetak, sehingga memberikan kesempatan bagi siswa dengan keterbatasan ekonomi untuk tetap memperoleh pendidikan berkualitas. Dinamika teknologi dalam pendidikan akan semakin mendorong penerapan ketrampilan abad 21 pada murid. Sebab literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting di era digital ini. Dengan menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran, siswa dilatih untuk memahami cara kerja teknologi, mengevaluasi informasi secara kritis, dan menggunakannya secara etis. Kemudian adanya efesiensi dalam proses pembelajaran. Melalui teknologi akan semakin mempermudah kolaborasi antara siswa dan guru, baik secara langsung maupun jarak jauh.
Harmoni Pendidikan
Di era digital yang semakin maju, terlihat dengan jelas bahwa ada keterikatan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan nilai-nilai etika dan moral. Peran etika dan moral dalam menjaga harmoni dalam penggunaan dan perkembangan iptek di tengah masyarakat yang semakin terhubung denga massif tersebut tetap harus menjunjung tinggi nilai-nila harmoni pendididikan. Keberadaan etika dan moral tidak dapat diabaikan dalam memahami dan mengaplikasikan iptek. Sebagaimana kita ketahui bahwa era digital banyak memberikan memberikan kemudahan-kemudahan. Kemajuan teknologi yang luar biasa tersebut perlu dijaga dengan penggunaan iptek agar tidak melampaui batas etika dan moralitas. Etika dan moral berperan penting dalam penelitian dan pembaruan iptek. Saat ini, banyak penelitian menggunakan data pribadi pengguna sebagai bahan penelitiannya. Pendidikan mengenai etika dan moral di dunia teknologi perlu diperkenalkan sejak dini. Etika dan moral adalah dua konsep yang sering digunakan dalam konteks perilaku manusia. Etika adalah seperangkat prinsip dan nilai yang mengatur tindakan dan perilaku manusia dalam situasi tertentu. Etika bertujuan untuk menentukan apa yang benar dan salah, baik dan buruk berdasarkan standar yang ditetapkan oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Etika juga melibatkan analisis tentang alasan mengapa suatu tindakan dianggap benar atau salah. Moral, di sisi lain, mengacu pada kesadaran individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah. Moral lebih fokus pada nilai-nilai dan keyakinan individu yang menjadi dasar dari tindakan dan perilaku mereka. Moral seringkali dipengaruhi oleh keyakinan agama, budaya, dan pengalaman pribadi. Seiring dengan perubahan model pembelajaran dengan penerapan “deep learning” yang identic dengan pembelajaran mendalam maka pengembangan kurikulum harus terus dilakukan sesuai perkembangan Iptek. Pengembangan kurikulum dalam pendidikan karakter syogianya harus berbasis pada kearifan lokal. Di beberapa daerah banyak kita lihat lembaga bergerak dalam pembangunan pendidikan melalui kearifan local yang identic dengan pendidikan harmoni yang lazimnya sering dijadikan bahasa bersama.Pendidikan Harmoni merupakan salah satu model atau konsep pendidikan di daerah yang memiliki potensi anacaman terhadap nilai- kedamaian. Konsep pendidikan ini dibangun dengan menggali warisan budaya dan kearifan lokal yang menjadi contoh kehidupan yang rukun, damai dan dijadikan bahan pelajaran untuk masyarakat setempat. Guru diharapkan mampu menemukan tema-tema pembelajaran kontekstual dalam aktivitas kegiatan pembelajaran, agar pendidikan harmoni bisa berjalan dan semakin kaya. Untuk terciptanya pendidikan harmoni, perlu ada komunikasi atau penyelarasan antara apa yang sedang dilakukan sekolah dengan apa yang harus dipraktikan dirumah. Adanya konsistensi dan keberlanjutan pengembangan karakter di rumah dan di sekolah, akan menolong siswa dalam menguasai dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan harmoni, suasana harmoni hanya dapat dibangun apabila semua anggota kelompok sadar, mau terlibat dan bekerjasama. Karena itu untuk penerapan pendidikan harmoni, mereka membuat bahasa bersama. Pencarian bahasa bersama tersebut dilakukan dengan cara mendialogkan antara butir-butir karakter yang telah disarikan dari berbagai kearifan setempat, dengan harapan tentang keadaan masyarakat yang ingin ditingkatkan agar menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak. Bahasa bersama yang meringkaskan karakter-karakter harmoni tersebut meliputi: harmoni diri, harmoni sesama dan harmoni alam. Harmoni diri merupakan refleksi dari harmoni yang lebih tinggi yaitu harmoni pada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi dasar bagi pelaksanaan harmoni lainnya, yaitu harmoni sesama dan harmoni alam. Penilaian harmoni berguna untuk mengajarkan anak berbuat kebaikan bukan karena takut dihukum atau takut dipukul, namun karena atas kesadran dirinya sendiri. Melalui pendidikan harmoni, guru sudah tidak perlu lagi mendidik siswa dengan kekerasan, tetapi dengan memberikan penghargaan, karena dengan kekerasan hanya akan menimbulkan rasa takut. Untuk mengembangkan nilai kearifan lokal yang diwujudkan dalam pembelajaran berbasis pendidikan harmoni oleh guru di sekolah harus dimulai dengan berupaya mengembangkan kedamaian batin, selalu berfikir positif dalam menghadapi setiap rintangan dan senantiasa berorientasi pada pencarian kebenaran dalam ragam budaya dengan mengapresiasi nilai kearifan lokal tersebut secara bersama dalam damai dan harmoni.
Integritas Harmoni Pendidikan
Negara kita kaya akan keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya . Keberagaman menjadi kekuatan besarnamun juga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Sejalan dengan itu maka memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni sosial dan membangun masyarakat yang inklusif yakni dengan Pendidikan multicultural. Dengan Pendidikan multiculturalah para generasi muda dapat dibentuk agar lebih memahami, menghargai serta menghormati perbedaan yang ada di sekitar mereka. Pendidikan multikultural merupakan pendekatan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keberagaman dalam sistem pembelajaran. Melalui pendidikan multikultural, siswa dapat belajar tentang toleransi, keadilan sosial, serta pentingnya hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang majemuk. Dengan adanya kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas, sekolah dapat menjadi tempat efektif untuk membentuk karakter siswa yang menghormati perbedaan dan mempromosikan persamaan hak. Pendidikan multikultural bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap individu merasa dihargai tanpa memandang latar belakangnya. Diharapkan dengan menerapkan pendekatan ini, generasi mendatang dapat tumbuh menjadi individu yang lebih toleran, peka terhadap keadilan sosial, dan siap menghadapi tantangan global dengan perspektif yang lebih luas. Pendidikan multicultural juga dapat menjadi alat untuk mengurangi diskriminasi dengan mengajarkan siswa untuk menghargai keberagaman budaya, ras, dan agama. Sebagaimana kita ketahui bahwa integritas merupakan salah satu nilai yang tak ternilai dalam profesi pendidik. Sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi masa depan, pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam membangun fondasi moral, sosial, dan intelektual siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang peran integritas dalam profesi pendidik, kita dapat menghargai nilai-nilai yang mendasari pendidikan yang berkualitas dan memahami bagaimana integritas pendidik dapat membentuk masa depan pendidikan yang lebih inklusif, beretika, dan berkelanjutan (Pujiono, 2020). Lingkungan pendidikan yang kompleks dan dinamis saat ini, menjaga dan memperkuat integritas dalam profesi pendidik menjadi semakin penting. Tantangantantangan seperti tekanan kinerja, pengaruh media sosial, dan perubahan dalam tuntutan dan harapan masyarakat memperumit tugas-tugas sehari-hari pendidik. Namun, melalui komitmen yang kokoh terhadap nilai-nilai moral dan etika, pendidik dapat menjelma menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan membentuk masa depan pendidikan yang lebih baik (Cornelius, 2023). Integritas bukan hanya tentang kejujuran atau keadilan, tetapi juga mencakup tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip etis yang tinggi (Sirait, 2024). Fakta dan realita membuktikan bahwa indeks integritas Pendidikan nasional jeblok hal itu sesuai temuan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Peluncuran indeks ini digelar secara hybrid di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis (24/04/2025), sekaligus menjadi momen Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi. Sumber Times Indonesia juga menyebutkan KPK resmi merilis Indeks Integritas Pendidikan 2024, sebagai hasil dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang tahun ini menjangkau lebih luas, yakni hingga tingkat kabupaten/kota. Dengan nilai nasional 69,50, dunia pendidikan Indonesia saat ini masih berada di zona “korektif”. KPK juga menyebutkan bahwa SPI Pendidikan 2024 menjangkau 36.888 satuan pendidikan di 507 kabupaten/kota dan melibatkan 449.865 responden dari berbagai kalangan: siswa, mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, hingga kepala satuan pendidikan. Tiga dimensi utama yang disurvei meliputi karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, dan tata kelola pendidikan. Sejak pertama kali dilakukan pada 2021, SPI Pendidikan terus disempurnakan, baik dari sisi metodologi maupun cakupan. Tahun ini, hasilnya diharapkan bisa menjadi landasan kebijakan dan refleksi menyeluruh dalam membenahi dunia pendidikan Indonesia.
Karena itu Pendidikan karakter merupaka elemen penting yang penting diperhatikan dalam upaya memperkuat identitas suatu bangsa. Pendidikan berkarakter sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di era digital yakni dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Perilaku positif dan penting dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan di zaman digital yakni dengan membangun moral dan etika digital yang kuat. Selanjutnya adalah mengembangkan keterampilan sosial dan professional. Keterampilan adalah pengembangan pengetahuan yang dihasilkan dari proses pendidikan. Tidak kalah pentingnya adalah membentuk pemikiran kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan dengan mengidentifikasi masalah, isu, proyek, atau masalah yang perlu dievaluasi; mengidentifikasi poin-poin yang perlu diperbaiki serta memberikan penjelasan mengapa poin-poin tersebut dievaluasi. Karena itu pendidikan nilai sangat penting diterapkan disekolah. Pendidikan nilai merupakan proses pengajaran dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan perilaku, sikap, dan moral individu. Nilai-nilai yang dibicarakan dalam pendidikan nilai dapat mencakup etika, moralitas, tanggung jawab sosial, empati, kejujuran serta berbagai bentuk lpositif lainnya. Pendidikan nilai disekolah bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan integritas. Pendidikan nilai sangat penting diterapkan disekolah sebagai pembentukan karakter siswa, mempersiapkan mereka dalam kehidupan sosial, menangkal perilaku negative. Pendidikan nilai dapat menjadi alat efektif untuk menangkal perilaku negatif seperti bullying, intoleransi, dan kebiasaan buruk lainnya. Melalui pendidikan nilai, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan dan menjalani kehidupan dengan sikap positif. Implementasi pendidikan nilai di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan strategi. Beberapa cara yang efektif dalam penerapan pendidikan nilai adalah inklusi dalam kurikulum, keteladanan guru dan staf, kegiatan extrakurikuler, lingkungan sekolah yang ramah dan berkarakter. Kegiatan proyek sosial dan layanan masyarakat yang melibatkan siswa. Kolaborasi dengan orang tua dan komunitas dalam upaya meningkatkan karakter siswa dalam harmoni Pendidikan. Dengan demikian seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka nilai-nilai dan karakter sangat pentng diimplementasikan dalam mewujudkan harmoni Pendidikan. Itulah sebabnya harmoni Pendidikan dianggap sebagai model pendidikan karakter yang lengkap karena memiliki buku panduan dengan proses terintegrasi dalam kurikulum ditengah masifnya perkembangan IPTEK. Semoga bermanfaat. (*******)
Rujukan:
1. Arfa, A. M. 2023. Memerangi Korupsi Melalui Pendidikan Anti-Korupsi: Membentuk Integritas, Kesadaran, Dan Kemampuan Kritis Dalam Masyarakat. Jendela Pengetahuan, 16(2), 128–142.
2. Asmani, Jamal Ma’mur. 2011. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Diva Press.
3. Bafadal, I., Juharyanto, J., Nurabadi, A., & Gunawan, I. 2020. Debat Moral Sebagai Upaya Meningkatkan Integritas Kepala Sekolah. JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 3(3), 272– 282.
4. Elsevier. Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi.Yogyakarta :Graha Ilmu
5. Pujiono, S. (2020). Membangun Integritas Pendidikan Etika Dalam Konsep Islam. Jurnal Al-Hikmah, 1(1), 40–72.
penulis adalah :
Guru SMPN 11 Kota Jambi
PD.ABKIN Provinsi Jambi Bid.Publikasi Ilmiah Guru SMPN 11 Kota Jambi
PD.ABKIN Provinsi Jambi Bid.Publikasi Ilmiah

























Komentar