Komitmen Bupati Bungo Dalam Pembangunan Infastruktur Jalan, Tahun Ini Proyek Pemeliharaan, Rekontuksi dan Pembangunan Jalan Bakal Dikerjakan

BUNGO153 Dilihat

Bungonews.net,Bungo-Komitmen Bupati Bungo, Dedy Putra, untuk memperbaiki infrastruktur daerah mulai diwujudkan secara bertahap pada Tahun Anggaran 2026. Setelah melakukan penataan di sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, serta revitalisasi taman kota, kini perhatian pemerintah daerah diarahkan pada peningkatan kualitas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Sejak dilantik pada pertengahan 2025, Dedy Putra menyadari keterbatasan ruang gerak dalam penyusunan anggaran. Namun hal itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Bungo. Salah satu fokus utama yang terus ia gaungkan adalah pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa.

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bungo untuk memperkuat konektivitas antarwilayah melalui program pemeliharaan, pembangunan, dan rekonstruksi jalan. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil pertanian, serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
Pada sektor pemeliharaan berkala, pemerintah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Ruas Jalan Karya Bakti menuju Sungai Mancur menjadi salah satu prioritas dengan anggaran Rp1,8 miliar. Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan pada ruas Lubuk Mengkuan–Tanjung Bungo, Simpang Sekar Mengkuang–Limbur Baru, Sekar Mengkuang–Tebo Pandak, Seberang Jaya–Pulau Kerakap, hingga Tanah Tumbuh–Bukit Kemang.
Tak hanya menjaga kondisi jalan yang ada, Pemkab Bungo juga menyiapkan pembangunan jalan baru di sejumlah titik strategis. Di antaranya akses Masjid At-Taqwa–Bungo Taman Agung, Jalan Kampus UMB, Jalan Skip, Desa Sungai Buluh–Bungo, Sungai Mengkuang–Bungo, hingga beberapa ruas di Kecamatan Pelepat, Tebo Jaya, dan Desa Sungai Lilin.
Perhatian pemerintah juga menyentuh persoalan drainase perkotaan. Melalui anggaran Rp2,5 miliar, pembangunan drainase Sungai Beringin di Kota Muara Bungo akan dilakukan guna mengurangi potensi genangan saat musim hujan.
Sementara itu, sejumlah jalan yang mengalami kerusakan berat masuk dalam program rekonstruksi. Mulai dari Jalan Lasterda Mako Brimob dan Sekolah Rakyat, akses menuju makam Desa Purwosari, Jalan Nasional–Lubuk Landai, hingga proyek strategis Desa Baru Pusat Jalo–Rantau Pandan yang menjadi salah satu pekerjaan dengan nilai anggaran terbesar, yakni Rp4,8 miliar.
Ruas Padang Lalang–Sekampil, Rantau Asam–Batu Kerbau, serta Tebo Pandak–Pamunyian juga turut menjadi bagian dari program rekonstruksi tahun ini. Penyebaran pembangunan yang merata di berbagai kecamatan menunjukkan komitmen pemerintah daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bagi Bupati Dedy Putra, pembangunan infrastruktur bukan sekadar menghadirkan jalan yang mulus. Lebih dari itu, infrastruktur menjadi sarana membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Kabupaten Bungo.
“Infrastruktur yang baik bukan hanya soal jalan mulus, tetapi juga tentang membuka akses, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Kabupaten Bungo,” tegasnya.
Dengan berbagai program yang mulai direalisasikan pada 2026 ini, harapan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih baik perlahan mulai menemukan jawabannya. Pemerintah Kabupaten Bungo ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah. (BN)

Komentar