Air Mata PPPK Paruh Waktu di Bungo: Digaji Rp500 Ribu Sebulan, Tetap Bertahan Demi Mengabdi

PERISTIWA285 Dilihat

Bungonews.net, Bungo -Di balik ruang-ruang kelas sekolah di Kabupaten Bungo, ada kisah pengabdian panjang yang jarang terdengar. Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK-PW) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo pada Senin (9/3/2026) lalu, membawa satu harapan sederhana: kehidupan yang sedikit lebih layak dari gaji Rp500 ribu per bulan.

Mayoritas dari mereka adalah guru, tenaga tata usaha, hingga operator sekolah yang telah mengabdi lebih dari delapan tahun. Namun hingga kini, pengabdian panjang itu masih dibayar dengan angka yang bahkan tidak cukup untuk kebutuhan paling dasar.

“Kami hanya meminta keadilan. Kalau PPPK lain bisa digaji Rp1 juta per bulan, kami juga berharap diperlakukan sama. Rp500 ribu itu bahkan tidak cukup untuk membeli BBM, apalagi untuk menghidupi keluarga,” ungkap salah seorang PPPK yang telah delapan tahun mengabdi di sebuah SMP di Kecamatan Bathin III Ulu.
Hari itu bukan sekadar aksi menyampaikan aspirasi. Di antara ratusan wajah yang datang, tersimpan kisah-kisah perjuangan yang membuat siapa pun terdiam.
Seorang perempuan yang tengah hamil terlihat berusaha menahan air mata saat menyampaikan keluhannya. Ia datang jauh dari Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Demi memperjuangkan nasibnya, ia terpaksa menyewa kamar hotel di Muara Bungo.
“Kami dari Limbur Lubuk Mengkuang, Pak. Sudah dua malam menginap di hotel. Biayanya Rp600 ribu, belum makan dan minum. Gaji kami saja tidak cukup untuk biaya hari ini, tapi kami tetap datang karena ingin memperjuangkan hak kami,” tuturnya dengan suara lirih.
Di sudut lain, seorang ibu muda terlihat menggendong bayi perempuan berusia empat bulan. Ia mengaku sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi tenaga honor di salah satu sekolah dasar. Harapan untuk hidup lebih sejahtera sempat muncul saat status PPPK diumumkan.
Namun kenyataannya jauh dari yang dibayangkan.
“Kami berharap PPPK bisa membuat hidup lebih baik. Tapi gaji yang kami terima, ditambah dari komite sekolah, tetap saja tidak lebih dari Rp500 ribu sebulan, Pak,” katanya sambil mengelus kepala bayinya.
Menjelang sore, dalam suasana bulan Ramadan dan kondisi berpuasa, perwakilan PPPK akhirnya diterima untuk menghadap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo. Mereka berharap ada kepastian atau setidaknya secercah solusi atas nasib yang telah lama mereka jalani.
Namun hingga kini, jawaban yang mereka terima belum memberikan harapan baru.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo, Nasrun, S.Pd, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan terkait tuntutan tersebut.
“Nampaknyo belum ado keputusan. Masih tetap dengan gaji lamo kemaren lah,” ujar Nasrun saat dikonfirmasi Bungonews, Kamis (13/3/2026).
Bagi para PPPK paruh waktu itu, perjuangan mungkin belum selesai. Namun mereka tetap berharap pemerintah daerah dapat mendengar suara kecil dari ruang kelas dan kantor sekolah di pelosok desa—suara para pengabdi yang selama ini tetap bertahan, meski hidup dengan gaji yang jauh dari kata layak.( BN )

Komentar