Kuliner Galamai, Tradisi Menyambut Idulfitri di Dusun Tanjung Belit

PERISTIWA180 Dilihat

Bungonews.net, Bungo-Memasak galamai atau dodol ketan secara gotong royong menjelang Hari Raya Idulfitri merupakan tradisi masyarakat Sumatera, termasuk di Provinsi Jambi. Meski perlahan mulai pudar akibat perkembangan zaman dan hadirnya makanan serba instan, sejumlah masyarakat pedesaan masih mempertahankan tradisi ini. Salah satunya warga Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan.
Azhar, salah satu warga Tanjung Belit, mengatakan bahwa galamai menjadi hidangan khas yang selalu disajikan saat Idulfitri. Bahan-bahannya adalah tepung ketan, santan, gula pasir, dan gula aren.
“Galamai ini dimasak selama 10 jam baru bisa matang,” ujar Azhar.
“Kami masih melestarikan budaya lama ini untuk persiapan Lebaran nanti.”
Menurutnya, meski makanan siap saji kini lebih mudah ditemukan, galamai tetap punya nilai tersendiri. Selain dibuat dari bahan alami tanpa pengawet, daya tahan galamai mencapai enam bulan.
Tradisi memasak galamai juga dilakukan secara bergotong royong, sehingga kebersamaan warga menjadi bagian penting dari prosesnya. Setelah matang, galamai biasanya dibagikan kepada sanak keluarga maupun tetangga sebagai bentuk silaturahmi.( BN / azh )

Komentar