Bungonews.net,Bungo-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bungo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui sinergi dengan instansi pemerintah daerah, lapas berupaya menciptakan lingkungan binaan yang bersih, sehat, serta mendorong peningkatan keterampilan kerja bagi para warga binaan. Langkah ini sejalan dengan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang menekankan penguatan pembinaan kepribadian dan kemandirian, Senin (2/2/2026 )

“Harapan kami, warga binaan memiliki bekal keterampilan yang cukup sehingga setelah bebas nanti mereka dapat bekerja atau membuka usaha secara mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” terang Tiopan P Situmorang.
Lapas Kelas IIB Muara Bungo menggelar dua agenda koordinasi penting bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bungo.

“Koordinasi ini merupakan bagian dari upaya kami memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program pembinaan di dalam lapas, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan keterampilan kerja warga binaan,” ujarnya.
Pertemuan dengan DLH berlangsung di Ruang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo. Pembahasan berfokus pada peningkatan pengelolaan kebersihan dan lingkungan di Lapas Muara Bungo, mulai dari pengelolaan sampah, penanganan limbah, hingga rencana program penghijauan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan lapas yang bersih dan kondusif.
“Melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, kami ingin mewujudkan lingkungan lapas yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Kondisi lingkungan yang baik tentu sangat mendukung suasana pembinaan yang lebih kondusif bagi warga binaan,” tambah Tiopan.
Pada hari yang sama, jajaran Lapas Muara Bungo juga melaksanakan pertemuan dengan Disnakertrans Kabupaten Bungo untuk membahas pembinaan kemandirian melalui pelatihan keterampilan bagi WBP. Fokus pembicaraan mencakup peningkatan kompetensi warga binaan, kesiapan kerja pasca bebas, serta dukungan reintegrasi sosial melalui pelatihan berbasis kompetensi.
“Harapan kami, warga binaan memiliki bekal keterampilan yang cukup sehingga setelah bebas nanti mereka dapat bekerja atau membuka usaha secara mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Muhamad Kameily, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai langkah memperkuat kualitas pembinaan yang berkelanjutan.
“Sinergi dengan pemerintah daerah sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembinaan. Baik melalui perbaikan lingkungan maupun peningkatan keterampilan kerja, semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu membentuk warga binaan yang lebih siap kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya koordinasi bersama DLH dan Disnakertrans Kabupaten Bungo ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo berharap seluruh program pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian, dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi para warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas.( BN / JP )
Editor : Azwari


























Komentar