Bungonews.net,Bungo-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bungo menggedor nurani pemerintah daerah. Dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Bungo, Senin (26/1/2026), PMII secara tegas menuntut penutupan permanen seluruh tempat hiburan malam yang beroperasi di wilayah Bungo.
PMII menilai keberadaan hiburan malam bukan lagi sekadar persoalan usaha, melainkan telah menjelma menjadi ancaman serius terhadap moral generasi muda dan nilai-nilai keagamaan yang dijunjung masyarakat Bungo.
“Kami tidak anti usaha, tapi kami menolak keras segala bentuk hiburan malam yang merusak moral dan mencederai nilai agama. Jangan bungkus kemaksiatan dengan dalih investasi!” teriak salah satu orator dengan suara lantang.
Dalam orasinya, PMII menegaskan bahwa sebagian besar tempat hiburan malam diduga kuat telah melanggar aturan, terutama terkait jam operasional yang kerap melewati batas toleransi. Ironisnya, pelanggaran tersebut selama ini terkesan dibiarkan.
“Kami minta Bupati Bungo bersikap tegas! Jangan tebang pilih dalam penindakan. Hukum harus berlaku adil, tidak boleh tajam ke satu tempat dan tumpul ke yang lain,” tegas orator.
PMII menilai penutupan tempat hiburan malam Zeus oleh Pemkab Bungo beberapa hari lalu menjadi bukti bahwa pelanggaran memang nyata. Namun, langkah tersebut dinilai setengah hati jika tidak diikuti dengan penindakan serupa terhadap tempat hiburan malam lainnya.
“Jangan jadikan Zeus sebagai tumbal. Jika memang melanggar, tutup semua. Jika tidak, berarti ada ketidakadilan dan pembiaran,” sorot PMII.
Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat pembiaran pelanggaran aturan dan degradasi moral di Kabupaten Bungo. PMII menegaskan akan terus mengawal tuntutan ini hingga pemerintah benar-benar bertindak tegas dan konsisten.
(BN)
PMII Desak Semua Hiburan Malam di Bungo Ditutup Permanen





















Komentar