Diduga Ada Aroma Tidak Beres, Ditanya Proyek Bantuan Revit Kepsek SMAN 10 Bungo Menghilang

BUNGO184 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Kebiasaan menghindar dari publik terlebih terhadap LSM dan wartawan Dwi Suyono ketika menjabat kepala sekolah SMAN 3 Bungo kembali diulanginya ketika menjabat sebagai kepala sekolah SMAN 10 Bungo terlebih ketika sekolah yang ia pimpin mendapat bantuan dana Revitalisasi sekolah bernilai Ratusan juta rupiah untuk Rehab ruang kelas dan untuk pembangunan laboratorium disekolahnya

Setiap kali dikonfirmasi Dwi Suyono kepsek SMAN 10 Bungo didusun Senamat kecamatan Pelepat ini selalu tidak ada disekolah, dikonfirmasi via telpon selalu tidak dijawab dikonfirmasi via WhatsApp pun tidak pernah ditanggapi

” Kepsek tidak ada,kepsek sedang diluar ,kepsek sedang dirumah ” itulah jawaban dari bawahannya setiap kali ditanya bosnya

Diketahui pada tahun 2025 SMAN 10 Bungo, satu dari 9 sekolah penerima bantuan revit SMA/ SMK dikabupaten Bungo dengan anggaran sebesar Rp.239.127.000, – untuk pekerjaan rehabilitasi ruang laboratorium kimia dan Rp.328.728.000 untuk kegiatan rehabilitasi 3 ruang kelas.

Menariknya pada papan proyek tidak mencantumkan nama panitia pembangunan satuan pendidikan ( P2SP ) padahal proyek tersebut merupakan proyek pemberdayaan yang dikerjakan secara swakelola yang wajib melibatkan masyarakat, komite sekolah dan tenaga kerja setempat ,hal ini patut dicurigai tim TP2SP disekolah tersebut hanya formalitas pelengkap administrasi saja.

Menurut pengakuan pekerja proyek, mereka bukanlah pekerja proyek yang berasal dari lingkungan sekolah melainkan berasal dari daerah lain, ” Kami berasal dari Muara Bungo bukan berasal dari dusun sini pak ,kami diminta oleh kepala sekolah untuk mengerjakan proyek ini dengan sistem borong ” ucapnya pekerja proyek yang tidak disebutkan namanya

Dalam petunjuk pelaksanaan proyek revitalisasi yang dikerjakan secara swakelola oleh tim TP2SP harus memberdayakan tenaga kerja lokal dan material lokal dengan upah harian bukan diborongkan, Tindakan kepala sekolah SMAN 10 Bungo ini akan tidak saja menganngkangi aturan tentang pelaksanaan swakelola revitalisasi namun juga akan membuat dirinya repot sendiri untuk mensingkronkan laporan harian,mingguan dan bulanan penggunaan tenaga kerja dalam pekerjaan proyek revitalisasi tersebut.

Terkait tertutupnya Dwi Suyono ini diakui oleh rekan sejawatnya para sekolah yang pada umumnya mengakui ketertutupan kepsek SMAN 10 Bungo tersebut ” Kami juga bingung dengan sikap kepala SMAN 10 Bungo ini selalu tertutup, kadang dalam kegiatan MKKS saja resfonnya sangat lambat. ” Tutur salah seorang kepsek SMA di Bungo

Lugimin,S.Pd Ketua MKKS SMA Bungo menanggapi ” kok gitu ya? Nanti saya coba hubungi dan kasih tahu beliau ” tutur Lugimin.

Diminta kepada kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Jambi mengevaluasi kinerja kepsek SMAN 10 Bungo dan sejumlah kepsek lainnya yang terkesan tertutup terhadap publik karena mempengaruhi pelayanan , kepada APH diminta melakukan pemeriksaan administrasi dan fisik Proyek revit di SMAN 10 Bungo karena dicurigai adanya rekayasa tim dan tidak melibatkan masyarakat dan komite sekolah

( BN- war )

 

 

 

Komentar