Proyek Cetak Sawah Dusun Lubuk Kayu Aro Gagal Total, Datuk Rio Buka Suara

PERISTIWA161 Dilihat

Bungonews.net, Bungo-Robiul awal Datuk Rio ( kades red ) dusun Lubuk Kayu Aro kecamatan Rantau Pandan kabupaten Bungo, Robiul Awal akhirnya mengungkap penyebab gagalnya 109 hektrare cetak sawah didusunnya dikarenakan lokasi nya berada di dataran tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan cetak sawah

” Gagal, hanya 20 hektare dari target 109 hektare karena lokasinya tinggi dari dataran sawah ” tulisnya di WhatsApp (9/12/2025 )

Disaat survey Sayo sudah Sayo kasih tahu inilah Adonyo, kalau mau cari dataran rendah tidak banyak tapi kalau area perbukitan banyak, jangankan 109 ha 300 ha pun ada ” Tutur Robi menjelaskan sembari mengaku hanya diajak menunjuk lokasi saja.

Terkait cetak sawah tersebut dikatakanya sudah disampaikan ke bupati , Kemaren sudah saya ceritakan ke bupati Bungo masalah cetak sawah ” Pungkasnya

Sementara Datuk Rio dusun Rantau pandan yang juga mendapat kuota cetak sawah seluas 113 hektare namun baru 2 hektare dikerjakan oleh kontraktor di konfirmasi tidak memberikan jawaban

Camat Rantau Pandan, Sirojuddin mengakui bahwa proyek cetak sawah di dusun Lubuk Kayu Aro seluas 109 hektar baru dikerjakan 18 Hektare sedangkan di Rantau Pandan seluas 113 hektare baru dikerjakan seluas 2 hektare.

Hal yang sama juga diakui oleh Kadis TPHP Bungo, M.Hasbi, dikatakannya ” Cetak sawah di dusun Lubuk Kayu Aro seluas 109 hektare terpaksa di pindahkan pihak TPHP Provinsi Jambi ke dusun Rantau Makmur kecamatan Tanah Sepenggal Lintas karena lokasinya diarea perbukitan ” Cetak sawah yang di Lubuk Kayu Aro sudah dipindahkan ke dusun Rantau Makmur karena lokasinya lebih tinggi dari areal persawahan ” tuturnya

Marzuki Ali Datuk Rio dusun Rantau Makmur mengakui bahwa proyek cetak sawah di desanya baru mulai sejak beberapa hari yang lalu ” Sudah mulai kerjo sejak beberapa hari yang lalu,besar kemungkinan tidak akan selesai jelang akhir Desember 2025 ini ” Tutur Marzuki kepada wartawan (18/12/2025 )

Pantauan dilapangan, terlihat proyek cetak sawah di dusun Rantau Makmur baru mulai pembersihan lahan yang diperkirakan baru 2 hektare dari target ratusan hektare.

Sementara Agung yang disebut – sebut sebagai kontraktor cetak sawah di kabupaten Bungo dikonfirmasi tidak memberikan jawaban

Berdasarkan data yang dihimpun proyek cetak sawah dikabupaten Bungo di targetkan 915 ha dengan biaya Survey investigasi desain (SID ) Rp.649.453 / ha
Anggaran Biaya SID perhektare tersebut diperoleh dari kalkulasi anggaran sebesar Rp.594.750.000 dibagi 915 ha maka hasilnya Rp 649.453 / ha

Sementara untuk biaya cetak sawah baru kisaran Rp.32 juta./ Hektar

Diminta APH mengusut dan meminta pertanggungjawaban biaya Survey lokasi cetak sawah dan pertanggung jawaban ratusan cetak sawah di kabupaten Bungo yang terancam gagal ( BN – war )

 

Komentar