Bungonews.net, Bungo- Proyek cetak sawah yang ditargetkan. 915 Hektar tahun 2025 sarat masalah, tidak transparan dan tertutup terancam gagal
Ancaman kegagalan proyek cetak sawah yang dikelola oleh Dinas Pertanian Provinsi Jambi ini dapat dilihat dari progres jelang akhir tahun 2025 yang hanya tinggal hitungan hari.Diwiliayah kecamatan Rantau Pandan yang berlokasi di dusun Lubuk Kayu Aro dengan luas areal 109 hektare baru dikerjakan 4 hektrar sedangkan di Dusun Rantau Pandan seluas 113 hektar.baru dikerjakan 18 Hektare
Menurut penuturan warga dusun Lubuk Kayu Aro proyek cetak sawah baru siap 4 Hektare ” Yang baru dikerjakan sekitar 4 hektar dari Target 109 hektar ,kalau yang di Rantau pandan saya tidak tahu persis ” tutur Abunawas
Menurutnya lokasi cetak sawah di dusun Lubuk Kayu Aro tidak berada dilokasi rawa namun berlokasi di dataran tinggi kebun milik warga sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan areal persawahan
Sementara Robiul Awal Datuk Rio ( kades red ) dusun Lubuk Kayu Aro yang berperan sebagai penentu dan bertanggung jawab terhadap lokasi cetak sawah disusunnya dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.
Minimnya progres cetak sawah di dusun Lubuk Kayu Aro dan dusun Rantau Pandan ini di akui oleh Sriojudiin camat Rantau Pandan, ” Benar progresnya sangat minim paling ada 20 hektar untuk dua lokasi di Rantau Pandan dan Lubuk Kayu Aro ” ucapnya
Diperoleh informasi bahwa proyek cetak sawah di dusun Lubuk Kayu Aro sudah tidak dikerjakan lagi bahkan alat berat sudah tidak dilokasi lagi , hal ini diakui oleh M.Hasbi Kadis TPHP kabupaten Bungo ” Yo ndo di dusun Lubuk Kayu Aro tidak bisa dilanjutkan karena lokasinya tidak memungkinkan untuk dijadikan areal persawahan karena lokasinya di dataran tinggi, kini alat berat sudah keluar dari lokasi dan pindah ke dusun Rantau Makmur kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.” tutur Hasbi
Sementara di lokasi cetak sawah dusun Rantau Pandan masih berlanjut dari target 113 hektar baru dikerjakan beberapa hektar
Sirojuddin camat Rantau Pandan kembali dikonfirmasi perihal gagalnya cetak sawah di wilayah kecamatan Rantau Pandan mengatakan ” Nanti saya minta datanya dengan staf saya ” tuturnya ( 8/12/2025 )
Ancaman kegagalan program proyek cetak sawah di kabupaten Bungo ini akibat ulah kontraktor yang bekerja tidak profesional ,tidak transparan dan kurangnya koordinasi antar instansi serta lemahnya pengawasan dari konsultan dan instansi terkait.
Meskipun tidak memasang papan merek, tidak transparan dan bungkamnya instansi dan kontraktor diperkirakan proyek cetak sawah target 915 hektare di perkirakan menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah dengan anggaran Rp.32 juta perhektare diluar kegiatan pengolahan sawah yang dialokasikan ke masing- masing petani
Agung selaku kontraktor memilih bungkam ketimbang merespon konfirmasi yang disampaikan
Diminta APH khususnya pihak adyaksa untuk menindaklanjutinya ( BN )


























Komentar