Didemo, Akhirnya Muhammad Nur Batal Jadi Kepsek SD 71 Sungai Gambir

BUNGO1703 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO –  Aksi penolakan  Muhammad Nur , S.Pd.i  sebagai Kepala SD 071 Sungai Gambir oleh  guru, wali murid, komite sekolah dan masyarakat Sungai Gambir yang berlanjut ke DPRD kabupaten Bungo, hari ini Rabu ( 09/04/2025 ) membuat para pendemo legah setelah  disepakati  Kepala SD 071 akan di PLH kan ke  yang lain

” Alhamdulillah tuntutan kami menolak pak Muhamad Nur sebagai kepala sekolah di SD 071 Sungai Gambir diterima, hari ini akan dikeluarkan SK PLH nya oleh kadis pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bungo ” Tutur Hamidah yang didampingi oleh Marhamah mantan PLH dan ketua komite SD 071 Sungai Gambir usai proses mediasi aula sidang DPRD Bungo

Dari 14 tuntutan  yang dijadikan alasan  menolak M.Nur sebagai kepsek SD 071 Sungai Gambir terdapat beberapa hal yang mendasar kata Hamidah

” Kami guru akan mogok mengajar jika M.Nur tetap jadi kepsek di SD kami karena kami tidak mau dipimpin oleh kepsek yang otoriter, suka minjam uang guru dan pungli terhadap guru honor dan memotong gaji  ” Ucapnya

Senada dengan itu , Muhamad Adhani ketua DPRD kabupaten Bungo  didampingi waka ketua , Darwandi, Dedy Hardani dan anggota lainnya mengatakan “Alhamdulillah sudah disepakati bahwa M.Nur dibatalkan jadi kepsek SD 071 Sungai Gambir dan akan ditunjuk PLH yang baru,” Ucapnya

Darwandi waka ketua DPRD kabupaten Bungo mengatakan  bahwa pihaknya telah mengetahui dalang dibalik semua ini ” Ada oknum pejabat dibalik penunjukan M.Nur sebagai kepsek di SD 071 Sungai Gambir ini, jika dibiarkan akan berpengaruh dengan proses belajar mengajar sebab guru sudah mengancam akan mogok mengajar kalau M.Nur masih menjadi kepsek di SD tersebut , jika itu terjadi yang menjadi korban adalah peserta didik , hari ini juga harus ada Penunjukan PLH kepala sekolah yang baru ” tegasnya

Terkait adanya temuan kwitansi pembayaran buku  ke penerbit namun faktanya tidak dibayarkan Darwandi minta di usut tuntas karena menurutnya ada keterlibatan peneribit yang bersekongkol dengan M.Nur tersebut , ” Masalah buku yang katanya sudah dibayar menggunakan dana bos namun tldak dibayarkan harus diusut tuntas karena ada keterlibatan penerbit juga ,terlebih masalah ini sudah ratusan kepsek di periksa oleh pihak kejaksaan ” tambahnya

Tunggu petkemmbangan lebih lanjut terkait dugaan pungli dan penggunaan dana BOS semasa M.Nur menjabat sebagai kepala Sekolah ( BN )

 

Komentar