Bungonews.net, BUNGO – Peluang penyimpangan penggunaan dana BOS Sekolah Dasar ( SD ) diwilayah kecamatan Pelepat sangat besar, pasalnya puluhan SD di wilayah ini di daerah terpencil sehingga sulit diawasi sehingga rawan penyimpangan .
Letak sekolah yang jauh dari kota yang dipastikan jarang terpantau tersebut membuat oknum kepala satuan pendidikan lebih leluasa ditambah kurang proaktifnya masyarakat dan tidak berperannya komite sekolah yang hanya dijadikan formalitas ( pelengkap admininstrasi ) menambah keleluasaan para oknum menggunakan dana Bos tanpa melalui musyawarah ,sedangkan pihak inspektorat juga jarang melakukan pemeriksaan ( audit ) langsung ke sekolah karena hanya menerima laporan tertulis dana bos yang diduga rekayasa tanpa menyesuaiakan dengan alat bukti penggunaannnya
Terpantau dibeberapa satuan pendidikan tingkat SD d kecamatan Pelepat,kondisi sekolah yang tidak terawat bangku murid dan wc ,bangku murid yang dibiarkan rusak bahkan rumput liar pun tidak dibiarkan padahal dalam anggaran dana BOS tersedia anggaran perawatan sekolah dan anggaran pemeliharaannya, begitu juga halnya dengan anggaran langganan dan jasa seperti listrik ,air dan langganan media
Selain itu dimasing – masing sekolah tidak ditemukannya papan informasi penggunaan dana bos yang semestinya harus diketahui oleh publik
Dikonfirmasi, Cecep ketua Kelompok Kepala Sekolah mengaku kesulitan dengan sikap para kepala sekolah yang sulit diajak kompromi , ” Saya juga bingung pak ,nampaknya sulit diajak kompromi padahal untuk kemajuan dunia pendidikan juga, di ajak musyawarah pun tidak banyak yang hadir ,sehingga setiap kali ada kesepakatan iuran untuk kegiatan MKKS terpaksa ditutup oleh bendahara,hal ini lah yang membuat jarang sekali ada kegiatan MKKS di kecamatan Pelepat ini ” tuturnya
Lebih lanjut dikatakannya , ” Saya tidak lagi menjadi ketua MKKS pak begitu juga dengan bendahara ” Tambahnya
Terkait utang langganan media yang disepakati Cecep sepertinya ingin lepas tanggung jawab, ” Ya pak, langganan koran itu ada agggarannya dalam dana BOS dan ini pun sudah menjadi kesepakatan namun para kepsek tidak mau setor ke bendahar dengan alasan pengurus baru padahal kesepakatan sudah kita lakukan sebelum digantinya pengurus , saya tidak bisa berbuat banyak pak ‘ pungkasnya
sementara , Kamel korwil kecamatan Pelepat berulangkali dihubungi tidak membarikan jawaban
Diminta Inspektorat dan APH melakukan pemeriksaan pengggunaan dana Bos di kecamatan Pelepat yang diduga di tidak tepat sasaran dan diselewengkan ( bn )


























Komentar