Ketua PABPDSI Kabupaten Bungo Diduga Jadi Calo Study Tiru

PERISTIWA288 Dilihat

Bungonews.net,BUNGO – Kegiatan peningkatan kapasitas atau Study Tiru untuk Badan Permusyawaratan Dusun (BPD) Se-Kabupaten Bungo yang akan dilaksanakan di Lombok, diduga mendatangkan keuntungan khusus bagi Zidan selaku Ketua Perkumpulan Anggota BPD Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Ibarat kata pepatah menyelam sambil minum air, begitulah kabar yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan. Ketua PABPDSI Kabupaten Bungo dikabarkan selalu mendapatkan Free atau bonus khusus dari pihak ketiga yang mengurus semua kegiatan study tiru tersebut. Informasinya bonus yang dijanjikan pihak ketiga tersebut cukup menggiurkan yakni berkisar belasan dan bahkan puluhan juta rupiah.

Kepada wartawan, beberapa oknum BPD yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, bahwa bonus yang dijanjikan pihak ketiga yakni PT. Diva Lookah Multindo tidak hanya berupa uang saja. Menurutnya ongkos pesawat untuk Ketua Forum BPD Kabupaten Bungo ditambah istrinya juga digratiskan.

“Mungkin bonus itu ucapan terima kasih pihak ketiga kepada Zidan, karena sudah berhasil merayu dan membujuk para BPD Kabupaten Bungo untuk ikut study tiru ke Lombok, Sabtu (22/06) besok. Jika bonus itu memang ada, berarti ketua Forum sudah main mata dengan pihak ketiga,” terangnya.

Adanya kabar angin yang menyebutkan bonus yang sudah dan akan diterima oleh oknum Ketua Forum BPD se-Kabupaten Bungo membuat semangat dan niat tulus BPD-BPD yang lain untuk belajar dan menimba ilmu serta pengalaman menjadi tidak semangat. Dia juga mengatakan, bahwa dirinya bukan iri jika pihak Ketiga memberikan bonus lebih kepada oknum ketua forum BPD, namun alangkah baiknya jika bonus tersebut digunakan untuk memperdalam materi para BPD nantinya.

Ketika ditanya berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh satu peserta untuk mengikuti study tiru tersebut dan keberangkatan BPD ke Lombok menggunakan dana apa? Dia menjawab bahwa satu peserta dikenakan biaya sekitar Rp12 juta, sementara dananya dianggarkan oleh masing – masing dusun.

“Peserta yang final kurang tahu, namun kabarnya yang akan ikut sebanyak 105 orang BPD. Satu BPD wajib setor ke panitia sebanyak 12 juta, dan uang tersebut sudah disetor oleh panitia kepada pihak ketiga sekitar 1 Milyar lebih,” terangnya pula.

Ketika disinggung sudah berapa kali kegiatan study tiru BPD keluar daerah menggunakan jasa pihak ketiga yakni PT Diva Lookah Multindo, dirinya menjawab bahwa study tiru ke Lombok nantinya merupakan kegiatan study tiru yang keempat kalinya.

“Setiap BPD study tiru ke luar misalnya ke Bali dan Djogja beberapa waktu lalu, pihak ketiganya tetap PT. Diva Lookah Multindo. Kabar adanya dugaan bonus untuk ketua Forum BPD bukan hanya kali ini saja, namun setiap kegiatan study tiru BPD dikabarkan ada bonus untuk Zidan,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua PABPDSI Kabupaten Bungo, Zidan sedikit terkejut mendengar kabar bahwa dirinya mendapatkan bonus atau free dari pihak ketiga sekitar puluhan juta karena berhasil mengajak dan melobby para BPD ikut kegiatan study tiru.

Meskipun dirinya membantah bonus puluhan juta, namun tanpa disadari saat dikonfirmasi wartawan dirinya keceplosan mengatakan bahwa semua panitia mendapat bonus atau free dari pihak ketiga yakni PT Diva Looka Multindo.

“Tidak benar saya dapat free dari pihak ketiga puluhan juta. Sebenarnya Bonus dari pihak ketiga itu diberikan kepada seluruh panitia yang juga merupakan perwakilan dari BPD-BPD,” tuturnya.

Disisi lain, rencana study-study tiru yang telah sering dilakukan oleh pemerintah desa dan BPD ke luar daerah ternyata mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak, salah satunya Sofwan, S. Sos, Camat Bathin III Ulu.

Kepada awak media, Camat Bathin III Ulu menilai kegiatan study tiru keluar daerah hanya pemborosan anggaran desa. Selain pemborosan anggaran, dia juga menilai kegiatan study-study tiru ke luar daerah juga tidak membawa dampak yang positif bagi desa, karena study tiru hanya kedok untuk jalan-jalan dan study tiru juga dinilai hanya mendatangkan keuntungan yang besar bagi penyedia kegiatan yakni pihak ketiga.

“Jika memang ingin melakukan peningkatan kapasitas, lebih baik dan bagus dilaksanakan di Bungo dengan cara mendatangkan pemateri-pemateri nasional yang benar-benar kompeten. Uang yang digunakan itu milik masyarakat dan sangat disayangkan jika digunakan untuk kegiatan yang mubazir dengan anggaran yang besar,” terang Camat Bathin III Ulu.

Dia juga menyarankan kepada Pemerintahan Dusun kedepannya untuk lebih mengkaji penggunaan dana di desa yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak. Menurutnya, peningkatan kapasitas perlu, namun tidak perlu harus keluar daerah.

Sekedar untuk diketahui, bahwa kegiatan Study Tiru BPD ke Lombok Sabtu besok menghabiskan dana desa sekitar Rp1.260.000.000. Padahal dalam beberapa kegiatan Study Tiru sebelumnya, peserta banyak yang mengaku kecewa dengan pelayanan pihak ketiga PT. Diva Lookah Multindo ini.

Keluhan itu diantaranya pemateri banyak yang tidak didatangkan ke tempat acara dan hanya memberikan materi lewat daring atau lewat video call. Selain itu, penginapan untuk satu kamar seharusnya di isi satu peserta namun ada yang satu kamar isinya 2 orang. (bn )

 

Komentar