Warga Jambi Aksi Ditengah Jalan Tolak Jalan Nasianal Digunakan Angkutan Batu Bara

PERISTIWA451 Dilihat

Bungonews.net, JAMBI – Warga Jambi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambi Menggugat, menggelar aksi demo menolak jalan nasional di lalui truk angkutan batu bara (16/02/2023)

Aksi warga ini berlangsung di tengah Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi

Selain berorasi, membentangkan spanduk massa juta mengumpulkan tanda tangan warga petisi untuk disampaikan pada pemerintah.

Koordinator aksi , Ibnu Kholdun mengatakan ” Ini adalah bentuk protes kami masyarkat Jambi kepada pemerintah dan pihak swasta karena aktifitas angkutan batu bara ini sudah meresahkan masyarakat ” Ujat Ibnuh

Lebih lanjut dikatakannya ,” Semestinya jalan nasional digunakan oleh masyarakat umum , di Jambi digunakan untuk angkutan batu bara sehingga terjadi kemacetan ber jam- jam ” tuturnya lagi

Demonstran juga minta agar aktifitas angkutan batu bara melintasi jalan nasional di hentikan hingga ada jalan khusus baru

Senin depan kami akan layangkan gugatan kepada pemerintah dan perusahaan di pengadilan negeri Jambi karena mereka penyebab kemacetan di provinsi Jambi dan penyebab jalan nasional rusak ,insya Allah bermanfaat untuk masyarakat Jambi ” tegasnya

Kementerian ESDM pun diminta bertanggung karena mengeluarkan IUP untuk perusahaan batu bara, tetapi tidak memperhatikan kesiapan sarana dan pra sarana. “Jadi, Kementerian ESDM harus digugat di pengadilan negeri,” kata Ibnu.

Eko yang merupakan salah satu warga Kota Jambi, mendukung aksi tersebut. Ia pun memberikan tanda tangan petisi.

Menurutnya, sejak peningkatan truk angkutan batu bara terjadi kemacetan selama berjam-jam di jalan nasional.

“Macet luar biasa. Biasanya bisa jalan hitungan menit, tetapi sekarang berjam-jam berhenti di jalan. Kadang bisa 3 sampai 4 jalur,” katanya.

Kemacetan ini, kata Eko, berdampak buruk pada perekonomian masyarakat. Sebab, perdaganagn makanan di pinggir jalan menjadi sepi akibat banyak angkutan batu bara yang parkir.

“Truk ini parkir di bahu jalan juga. Ini sangat mengganggu. Kemudian kebut juga. Pokoknya sulit,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi memperhatikan kondisi masyarakat dengan segera menyiapkan jalur khusus angkutan batu bara.

“Saya kira dengan demo dan tanda tangan ini, Pemprov Jambi dapat terpanggil. Supaya jalan khusus terealisasi, jangan hanya berbicara jalur khusus,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan sekolompok warga itu memang mempunyai hak menggugat pemerintah dan perusahaan batu bara.

“Selaku anak bangsa, sah-sah saja mereka menggugat. Saya kira itu merupakan bentuk kecintaan mereka selaku anak Jambi.
Kalau ada yang membuat petisi dan menggugat, tidak apa-apa, sepanjang tujuannya membangun Jambi dan positif,” ujarnya.

Ia mengeklaim pemerintah sudah bekerja keras mengatasi persoalan angkutan batu bara. “Kami merasa pemerintah sudah bekerja luar biasa. Apakah ini belum selesai? Ya benar,” ujarnya.

Haris sudah menyampaikan berulang kali, bahwa penghentian operasional angkutan batu bara tidak bisa menjadi solusi.

“Saya kira kalau untuk menyetop angkutan batu bara bukan solusi. Di balik batu bara itu ada ribuan anak Jambi yang bergantung,” ujarnya ( BN/Maskun).

 

Komentar