Bungonews.net , BUNGO -Beberapa unit Excavaror yang sebelumnya dicurigai melakukan penambangan emas tanpa izin ( PETI ) di hulu Sungai Batang Bungo ,tepatnya didusun Sungai Telang Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo – Jambi satu persatu angkat kaki dari lokasi meskipun tidak diketahui tuan nya

Kendatipun demikian diduga masih satu unit excavator yang beroperasi di lokasi tersebut , informasi beroperasinya excavator PETI tersebut jadi perbincangan di tengah masyarkat dan di bebera grof WA sebagaimana di post oleh H.Hasan Ibrahim Tomas Batang Bungo
Diduga excavator yang beroperasi penyebab keruh nya aliran sungai Batang Bungo tersebut milik warga Tabir Barat – Merangin
Diketahui ekcavator tersebut satu dari tiga alat berat yang dikabarkan rusak pasca demo masyarakat di kantor Rio setempat waktu lalu
Warga menyebutkan dari dokumentasi photo dan video di Henphone miliknya, kepada awak media, alat berat mulai beraktivitas seminggu terakhir. Terlihat jelas warna air di cabang dua muara air sungai Sebiang dan Sungai Batang Bungo.
” Air keluar dari aliran Batang Bungo sangat jernih, sebaliknya aliran air dari Sungai Batang Sebiang Keruh Pekat,” ujar sumber.
Dikatakan, alat mengeruk hamparan sungai di daerah Lon Tiga aliran Sungai Batang Sebiang. Tidak hanya itu, pekerja dominan dari Kabupaten Merangin juga terlihat oleh warga kecamatan Bathin III Ulu.
Warga juga menjelaskan beberapa waktu lalu beberapa dari pentolan ketokohan desa Sungai Telang, terkabar diajak oleh oknum mafia pergi keluar daerah. Diduga kuat melakukan lobi-lobi.
Bahkan disebutkan warga, pihak dinas kehutanan pernah dijumpai di lokasi hilir aktifitas PETI. Sayangnya hanya perwakilan warga yang tidak memakai seragam sampai ke titik galian. Sedangkan yang memakai seragam hanya singgah di hilir sungai tak berjarak dari lokasi.
Terkabar beroperasi nya satu alat berat ini juga sudah heboh di tengah masyarakat Sungai Telang. Khusus para mak-mak begitu sangat kesal melihat kondisi air yang berwarna tanah kuning. Karena pada umumnya semua warga beraktivitas dan bertegantungan di aliran sungai.
Kabar ini juga beredar di sebuah group Warshap Bantang Bungo Bersatu (BBB). Lagi-lagi,H.Hasan Ibrahim selaku wakil ketua (pordas) forum Daerah aliran sungai sekaligus menjabat sebagai ketua forum peduli hijau Bungo dan ketua umum (BBB) serta wakil ketua Lembaga adat Melayu (LAM) kabupaten Bungo orang pertama yang berkomentar.
Dirinya sangat menyayangi alat berat kembali beraktifitas di hulu sungai. Ia meminta warga kembali merapatkan barisan untuk mengusir perusak alam tersebut.
” Kalau masyarakat kompak yakinlah tidak ada tidak bisa,” ujarnya.
Kebenaran dari operasi nya satu alat berat di dusun Sungai Telang belum ada tanggapan dari Datuk Rio Setempat, pasalnya nomor ponsel yang selalu digunakan berada tidak aktif. Kendala daerah ini sulit terjangkau jaringan ponsel.(BN / ans )





















Komentar