oleh

Dana Desa Terancam Dipangkas , Diminta Inspektorat dan APH Tuntaskan Dugaan Penyimpangan DD Lubuk Kayu Aro

-BUNGO, KORUPSI-542 views

Bungonews.net, BUNGO – Pasca meninggal nya datuk Rio ( kepala desa Red ) dusun Lubuk Kayo Aro Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo Jambi mencuat dugaan kegiatan yang tidak terlaksana dan keuangan. dana desa tahun 2020 – 2021 yang tidak dapat di pertanggung jawabkan yang jumlahnya ratusan juta rupiah

Upaya penyelesaian secara persuasif kekeluargaan dilakukan oleh Pjs Rio dan camat bersama tokoh masyarakat tidak membuahkan hasil sehingga ketua BPD melaporkan ke Inspektorat dan APH namun hingga saat ini belum ada kejelasan ” Masalah ini sudah diselesaikan secara persuasif di desa tapi tidak ada hasilnya , baru- baru ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Inspektorat daerah dan ke APH oleh BPD ” tutur Zen Hendri camat Rantau Pandan kepada Bungo news via telpon ( 1/11/21)

Senada dengan itu Muhamad Zahri tokoh masyarakat dusun Lubuk Kayu Aro membenarkan ” Kami minta keseriusan Inspektorat untuk menuntaskan masalah didesa kami , jika tidak selesai maka dikhawatirkan tahun berikutnya terjadi pemangkasan dana desa yang hanya untuk membayar gaji perangkat saja ” Ujar Zahri (1/11/21)

Menurut Zahri temuan tahun 2020 yang harus dikembakan tahun 2021 nilai nya sebesar Rp.186 juta sedangkan tahun 2021 dana desa yang mesti nya dicairkan pada bulan Oktober sebesar Rp. 800 jutaan, seandainya masalah ini tidak tuntas maka dana desa dusun Lubuk Kayu Aro hanya bisa untuk bayar gaji perangkat saja yang nilai nya hanya Rp.250 juta ” ujar nya menjelaskan .

Lebih lanjut ditegaskan nya agar Inspektorat dan APH berkenan membantu menyelesaikan kejanggalan dana desa lubuk kayu Aro tahun 2020- 2021 karena upaya secara persuasif di desa tidak membuahkan hasil sebagaimana rapat tanggal 4 Oktober 2021 bersama BPD

Dijelaskannya selain temuan tahun 2020 yang belum di kembalikan hingga 2021 juga dicurigai tahun 2021 kegiatan yang tidak dilaksanakan nilainya Rp 439 jutaan karna untuk fisik tower wifi terhutang 70.000.000 dan dibayar 15.000.000 sedangkan fisik dan jaringan tidak bisa dipakai lagi karena sudah di blokir oleh vendor/owner.sedangkan saldo kas hanya Rp. 2 727 jutaan diduga sudah pindah ke rekening lain

sementara Ahli waris mengakui uang sebesar Rp. 250 juta yang diduga terpakai oleh mantan kades .

Berikut ini Pembangunan fisik yang diduga fiktif dan mangkrak , Gedung PKK senilai RP. 175.735.000 dengan Estimasi belanja RP. 7.500.000 Tower jaringan wifi Rp.70.000.000. baru di belanjakan RP 15.000.000 , Jembatan gantung RP 56.200.000, belum di kerjakan sama sekali. Bebarapa unit jalan rabat beton dengan nilai project 60 juta hingga 70 juta

Sementara Bantuan Langsung Tunai belum sepenuhnya terbayarkan karena baru dibayar selama 2x pada tahun 2021

( Tim )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed