oleh

Diprediksi Proyek Rp.2,3 Miliar MAN 1 Bungo Terlambat , Begini Tanggapan Rekanan

Bungonews.net, BUNGO – Proyek Asrama MAN 1 Bungo senilai Rp. 2,3 Miliar ( 2.364.000.000,-) yang dikerjakan oleh CV.Putra Pratama ini tidak akan selesai tepat waktu ( terlambat )

Prediksi keterlambatan pengerjaan proyek APBN dari kementerian Republik Indonesia ini bukan tidak beralasan , hingga saat ini kontrak sudah berjalan 2 bulan terhitung Agustus hingga September 2021 sedangkan pekerjaan nya baru tahapan pemasangan batu bata lantai dasar ( Investigasi Bungonews 29/09/21) semestinya pencapaian progres fisik sudah diatas 50 persen

Tidak hanya itu , ternyata jumlah pekerja bangunan tidak ada penambahan dari jumlah kurang lebih 15 orang bahkan terjadi pengurangan pekerja ” Ada beberpa tukang yang sudah pulang pak ,hanya ada sekitar 15 orang tukang yang bekerja ” Tutur salah seorang pekerja yang mengaku berasal dari Palembang – Sumsel

Tidak hanya terancam terlambat ,pihak rekanan juga tekesan tidak mengikuti dan tidak mempedomani ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 tentang keselamatan ,kesehatan kerja ( K3) hal ini terbukti tidak adanya Septi baik terhadap lingkungan maupun terhadap pekerja bangunan yang tidak memakai helm, sepatu dan masker ,sedangkan kegiatan proyek tidak tertutup sehingga berisiko terhadap masyarakat sekitar.

Prediksi keterlambatan pegerjaan proyek asrama MAN 1 Bungo juga disampaikan oleh Doni Aprian selaku kepala MAN 1 Bungo ” Saya sudah mengingatkan kepada rekanan kontraktor maupun konsultan pengawasnya supaya mengejar keterlambatan progres fisik proyek dan saya sudah sampaikan juga tidak akan merekomendasikan pencairan dana tahap berikutnya bila pencapaian fisik nya tidak sesuai karena saya takut berurusan dengan hukum ” Tutur Doni yang juga Kuasa pengguna Anggaran ( KPA ) kepada Bungo news diruangan kerjanya .

Kontraktor memohon agar direkomendasikan pencairan tahap 2 tapi saya tidak mau karena progres fisik nya masih jauh dari harapan ” Imbuhnya sembari mengakui bahwa tidak ada penambahan waktu kontrak proyek tahun 2021 ini .

Sementara Rekanan kontaktor juga mengakui ke khawatiran keteterlambatan dalam pelaksanaan , sebagaimana disampaikan oleh , Bambang selaku pelaksana mengatakan ” Kekhawatiran akan keterlambatan dan tidak sesuai dengan rencana itu ada bang, tapi kami tetap optimis dan berusahan untuk mencapainya ” Ujar Bambang via WA ( 29/09/21)

Kuat dugaan Rekanan telah melanggar Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 tentang”keselamatan ,kesehatan kerja ( K3) ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15.000.000. (lima belas juta rupiah)

( BN.R.001)

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed