oleh

Woow .., Diduga SMA Titian Teras Bungo Sarat Masalah dan Sarat KKN , ” Proyek Asal Jadi , Gagal Operasi Dana Bos Dipertanyakan “

Bungonews.net, BUNGO – Diduga SMA Titian Teras Bungo Sarat masalah dan Sarat KKN , pasalnya sejak tahun 2019 tepatnya tanggal 23 Mei 2019 izin operasional dikeluarkan hingga saat belum SMA Titian Teras Bungo yang dibangun diatas tanah milik SMK negeri 2 Bungo tanpa melalui prosedur dan mekanisme pengalihan aset ini belum juga ada aktifitas , sehingga penggunaan keuangan negara terutama dana Bos pun patut di pertanyakan

Tidak hanya itu pada tahun 2020 pemerintah provinsi Jambi melalui Dinas PUPR Jambi mengalokasikan dana pembangunan asrama , pembangunan SPAM dan Drainase dengan total anggaran Sebesar Rp.15.miliar yang diduga pengerjaan nya tidak sesuai speck dan terkesan asal jadi dan diduga dipaksakan tanpa perencanaan yang matang .

PROYEK ASAL JADI DAN MUBAZIR

Dugaan asal jadi pengerjaan proyek senilai Rp.15 Miliar ini terbukti dilapangan misalnya pengerjaan SPAM senilai Rp. 1 Miliar yang dkerjakan oleh CV.Barimbing Broters terbukti hingga saat ini SPAM tersebut tidak berfungsi dan tidak dioperaaikan sementara pada kontruksi mesin intake sudah terlihat retak .

” Sampai hari ini tidak ada setetes air yang mengalir ” Tutur sumber kepada Bungonews saat ditemui diruangan kerjanya baru – baru ini .

Menurut Sumber Pengerjaan Drainase senilai Rp.3 miliar pun bermasalah , Selain menggunakan tanah limbah bekas galian ( lumpur ) untuk menimbun bahu drainase juga sebagian tumpang tindih dengan drainase yang dikerjakan oleh SMK ” Drainase ini tidak sesuai dengan perencanaan awal dan bahkan drainase yang kami bangun pun ditindih oleh kontraktor sehingga tidak kontraktor tidak perlu menggali lagi ” Tutur Sumber

Sementara untuk pekerjaan pembangunan asrama putra dan putri senilai Rp. 11 miliar yang dikerkakan oleh PT.Belimbing Sriwijaya terlihat kondisi bangunan memprihatinkan selain ditumbuhi rumput dan pepohonan yang dibiarkan juga terlihat cat dinding sudah pudar dan mengelupas bahkan dusapkan dengan tangan saja cat nya sudah luntur tanpa ada penerangan

Terkait mebeler yang dikabarkan anggaran pengadaan sekitar Rp.800 jutaan ternyata tidak di distribusikan ke SMA Titian Teras Bungo ” Sepengetahuan saya sampai hari ini tidak ada mebeler yang didistribusikan ke sekolah ” Tutur Sumber mengakui .

GAGAL OPERASI INI PENYEBAB NYA .

Gagal dioperasikannya SMA Titian Teras Bungo ini diduga akibat kurang matangnya perencanaan , tidak adanya kejelasan legalitas aset dan tidak tersedianya anggaran operasional

” Sampai hari ini tidak pernah ada serah terima aset dari SMK negeri 2 Bungo ke SMA Titian Teras Bungo baik berupa surat dari pemerintah maupun hibah dari pihak sekolah ” Tutur sumber .

Informasi yang kami terima dari pihak dinas Pendidikan yang berkunjung kesekolah bersama tim pemeriksa bahwa pemerintah provinsi belum sanggup menyediakan anggaran operasional sebesar Rp. 10 juta perbulan sehingga tidak mungkin dioperasikan ” Imbuh sumber mengakui

Masih menurut sumber , pihak SMK negeri 2 Bungo sudah diizinkan untuk menggunakan asrama putra putri untuk tempat penginapan siswa SMK 2 Bungo karena SMA Titian Teras gagal dioperasikan ” Tutur sumber .

DANA BOS DIPERTANYAKAN

Berdasarkan data yang dihimpun Bungonews.net dilapangan diketahui bahwa izin operasional SMA Titian Teras Bungo terhitung sejak tanggal 23 Mei 2019 yang lalu

Diketahui jumlah siswa Titian teras Bungo sebanyak 186 orang dan guru sebanyak 28 orang dan satu orang kepala sekolah

Sementara Dana Bos tahun anggaran 2020 dilaporkan rincian nya sebagai berikut :

Tahap 1 dana Bos dicairkan sebesar Rp. 54.000.000,- dengan jumlah siswa yang dilaporkan sebanyak 120 orang sedangkan rincian penggunaan nya nihil .

Tahap 2 Dana Bos dicairkan sebesar Rp. 72.000.000,- dengan jumlah siswa dilaporkan sebanyak 120 orang dengan rincian penggunaan dana sebagai berikut :
1. Pengelolaan sekolah sebesar Rp.5.000.000,-
2.Pembelajaran dan ekstrakurikuler sebesar Rp.28.500.000,-
3.Langganan daya dan Jasa sebesar Rp.3.000.000,-
4.Penerimaan siswa baru sebesar Rp..16.950.000,-

Tahap 3 Dana Bos dicairkan sebesar Rp.84.600.000,- dengan jumlah siswa yang dilaporkan sebanyak 188 orang ,dengan rincian penggunaan :

1. Pengembangan Perpustakaan sebesar Rp.4.000.000,-
2.Perawatan dan pemeliharaan sarana sekolah sebesar Rp.12.900.000,-
3.Pengembangan profesi guru dan GTK Rp. 4.350.000,-
4.Kegiatan evaluasi pembelajaran sebesar Rp.8.000.000,-
5.Pengelolaan sekolah sebesar Rp.13.255.500,-
6.Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler sebesar Rp.8.480.000,-
7.Langganan daya dan jasa sebesar Rp.1.598.500,-
8.Penerimaan siswa baru Rp.40.186.000,-

Sementara SMA Titian Teras Bungo tidak beroperasi diduga laporan dana bos Sekolah ini tudak sesuai dengan realisasi penggunaannya pasal nya terdapat kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler dan kegiatan lain nya di masa pandemi Covid 19 .

Dikabarkan bahwa terkait kasus SMA Titian teras Bungo ini sudah dilakukan penyelidikan dan sejumlah pejabat terkait sudah dimintai keterangan nya oleh APH , sayangnya hingga saat ini belum diketahui sejauh mana hasil penyelidikan yang dimaksud .

Ridwan Joni, SH , Intel Kejaksaan Tinggi Jambi dikonfirmasi persoalan tersebut belum memberikan jawaban

Tunggu Khabar selanjut nya di edisi berikutnya terkait dugaan KKN SMA Titian Teras Bungo

( BN.R.001)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed