Ditanya Soal Proyek Fisik dan Pengadaan Obat-Obatan, Begini Tanggapan Plt Dirut RSUD H Hanafie Muara Bungo

BUNGO359 Dilihat

Bungonews.net,Bungo-Pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Muara Bungo kembali menjadi perhatian. Kali ini, sorotan tertuju pada belanja proyek fisik, pengadaan barang dan jasa, hingga pembelian obat-obatan yang menggunakan anggaran BLUD.

Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD H Hanafie tak lepas dari berbagai sorotan, mulai dari persoalan pelayanan kesehatan, pengelolaan aset, hingga tata kelola keuangan. Pergantian direktur yang terjadi beberapa kali juga belum sepenuhnya menghilangkan berbagai pertanyaan publik terhadap manajemen rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Bahkan, sebelumnya sempat mencuat persoalan dugaan pinjaman ke perbankan tanpa persetujuan kepala daerah dan legislatif. Persoalan tersebut juga sempat menjadi perhatian aparat penegak hukum (APH), namun perkembangan penanganannya hingga kini belum diketahui secara jelas.
Berdasarkan data Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2026, total belanja RSUD H Hanafie tercatat mencapai sekitar Rp146 miliar. Sementara pendapatan diproyeksikan sebesar Rp125 miliar. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp21 miliar antara rencana belanja dan pendapatan.

Di sisi lain, belanja pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari dana BLUD juga mencakup berbagai paket pekerjaan, baik melalui tender, non-tender, pengadaan langsung, maupun katalog elektronik (e-katalog).
Beberapa paket kegiatan yang tercantum dalam data pengadaan di antaranya:
Belanja Modal Peralatan dan Mesin BLUD (Alat Kedokteran/Kesehatan) sebesar Rp5,57 miliar, Kode RUP 66496452.
Belanja Mesin dan IPAL sebesar Rp990,75 juta.
Rehabilitasi Gedung Hemodialisa sebesar Rp778,81 juta, Kode Lelang 10150111000.
Rehabilitasi Gedung Interne Bedah sebesar Rp480 juta, Kode RUP 67208048.
Rehabilitasi Gedung TB Dots (Fisik) sebesar Rp136,70 juta.
Pengawasan Rehabilitasi Gedung TB Dots sebesar Rp10,50 juta.

Selain pekerjaan fisik dan pengadaan peralatan kesehatan, belanja obat-obatan juga menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran pengadaan obat-obatan disebut mencapai sekitar Rp10 miliar

Namun, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, pengadaan langsung, serta belanja kebutuhan makanan dan gizi pasien belum seluruhnya terungkap secara rinci dalam penelusuran Bungonews

Untuk memperoleh penjelasan dan memastikan transparansi pengelolaan anggaran tersebut, Bungonews.net mengonfirmasi langsung kepada dr. Islam Akbar selaku Plt Direktur RSUD H Hanafie Muara Bungo.
Namun, saat dimintai tanggapan terkait sejumlah paket pekerjaan fisik dan pengadaan obat-obatan tersebut, dr. Islam Akbar belum dapat memberikan penjelasan terperinci. Ia beralasan baru menjabat sebagai pimpinan rumah sakit.
“Maaf Pak, mungkin bisa ditanyakan dengan bagian keuangan langsung terkait kegiatan di atas, karena saya pun masih baru menjabat,” tulisnya melalui pesan WhatsApp saat menanggapi konfirmasi Bungonews.net, Sabtu (7/11/2026).

Jawaban tersebut tentu belum menjawab substansi pertanyaan mengenai mekanisme pengadaan, realisasi anggaran, pemilihan penyedia, hingga pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan dana BLUD.
Publik tentu berharap pengelolaan keuangan rumah sakit berjalan transparan, akuntabel, serta mengutamakan kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebab, anggaran BLUD bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan. Di dalamnya terdapat uang publik yang harus dipertanggungjawabkan, termasuk setiap rupiah yang dibelanjakan untuk pembangunan fisik, peralatan medis, obat-obatan, dan kebutuhan pasien.

Bungonews.net akan terus menelusuri penggunaan anggaran BLUD RSUD H Hanafie Muara Bungo, termasuk mekanisme pengadaan barang dan jasa, realisasi pekerjaan fisik, serta belanja obat-obatan. (BN)

 

Komentar